Politisi AS Lempar Candaan, Negara Ini Jadi Target AS Pasca Greenland
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang politisi Amerika Serikat (AS), Billy Long mengeluarkan lelucon, bahwa Islandia jadi sasaran negaranya untuk dicaplok. Ucapan itu dilakukan di tengah keinginan AS untuk mengambil alih Greenland.
Dalam sebuah kesempatan, Long mengatakan Islandia menjadi bagian AS ke-52 dan dirinya bakal menyandang gelar Gubernur di sana.
Hal ini membuat publik Islandia marah. Petisi penolakan Long menjadi duta besar Islandia juga telah ditandatangani 2.000 orang.
Sebagai informasi, Long masuk nominasi calon duta besar AS di Islandia oleh Presiden Donald Trump. Sebelumnya posisi itu diisi oleh Carrin Patman.
"Kata-kata Billy Long, yang dinominasilkan Donald Trump sebagai duta besar Islandia, mungkin diucapkan dengan setengah hati, namun menghina Islandia dan rakyat Islandia, yang berjuang untuk kebebasan mereka dan menjadi sahabat Amerika Serikat," bunyi petisi tersebut, dikutip dari Politico, Minggu (18/1/2026).
"Kami ingin Katrin Gunnarsdottir menolak Billy Long sebagai duta besar untuk Islandia dan meminta Amerika Serikat mencalonkan orang lain, yang menunjukkan rasa hormat kepada Islandia dan rakyat Islandia".
Kementerian luar negeri setempat juga telah bukan suara. Pihak kementerian mengatakan meminta penjelasan ucapan Long kepada Kedutaan besar AS di Islandia.
"Kementerian Luar Negeri menghubungi Kedutaan Besar AS di Islandia memverifikasi kebenaran pernyataan yang dibuat," kata kementerian dalam pernyataan resminya.
Setelah kritikan tajam itu, Long menjelaskan soal ucapannya itu. Dia mengatakan pernyataannya itu hanya sebuah candaan dengan orang-orang yang sudah lama tidak dia temui.
"Tidak ada yang serius, saya bersama beberapa orang yang telah tiga tahun tidak bertemu dan bercanda soal Jeff Landry menjadi gubernur Greenland dan mulai bercanda soal saya dan jika ada yang tersinggung, saya meminta maaf," ucapnya.
(pgr/pgr)