Video

Video: Wajib Halal, Industri Kosmetik Hadapi Aturan Ketat-Biaya Mahal

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
19 January 2026 16:55

Jakarta, CNBC Indonesia- Perhimpunan Perusahaan Asosiasi Kosmetik Indonesia (PPAK) optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia yang sejalan dengan masih kuatnya kebutuhan produk kecantikan Tanah Air.

Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Asosiasi Kosmetik Indonesia (PPAK) dan CEO PT Prioritas Jaya Indonesia, Solihin Sofian mencatat pertumbuhan industri kecantikan sepanjang 2025 di kisaran 5-6% yang didominasi oleh produk bodycare yang disusul oleh produk skincare.

Masih kuatnya kinerja industri kosmetik sepanjang tahun 2025 di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global menunjukkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Meski demikian, pertumbuhan masif industri kecantikan membuat persaingan produk lokal maupun impor akan semakin ketat.

Salah satu peluang industri kosmetik yang memiliki prospek menjanjikan adalah segmen kosmetik halal yang menjadi peluang untuk dikuasai oleh produsen lokal. Oleh karena itu PPAK mendorong kebijakan pemerintah terhadap aturan wajib Halal 2026 terhadap produk kosmetik Tanah Air, meski persoalan terkait aturan yang ketat hingga mahalnya sertifikasi masih menjadi tantangan.

Seperti apa prospek dan tantangan pengembangan industri kosmetik halal RI? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Asosiasi Kosmetik Indonesia (PPAK) dan CEO PT Prioritas Jaya Indonesia, Solihin Sofian dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 19/01/2026)