MARKET DATA

Bangun Rusun Subsidi, Maruarar Ajak 2 Pengusaha Kakap Ini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
15 January 2026 19:40
Warga beraktivitas setelah peresmian penyerahan kunci kepada warga Rumah Susun (Rusun) Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Warga beraktivitas setelah peresmian penyerahan kunci kepada warga Rumah Susun (Rusun) Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan kembali mengakselerasi pembangunan rumah susun subsidi setelah program tersebut dinilai lama stagnan dan belum mampu menjawab kebutuhan hunian nasional. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik balik dimulainya kembali pembangunan rusun subsidi, termasuk di kawasan Meikarta.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengakui capaian pembangunan rusun subsidi pada periode sebelumnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah mulai kembali menyiapkan proyek rusun subsidi yang akan langsung dikerjakan tahun ini.

"Dan kita mulai bangun tahun ini rumah subsidi yang sudah lama negara ini tidak menyiapkan. Kita doakan, kita pastikan ratusan rumah subsidi rusun kita bangun tahun ini, tahun 2026 ya. Saya mohon doanya semua ya, dari teman-teman pengembang dan semua grup-grup ya," Kata Maruarar di kantor Kementerian PKP, Kamis (15/1/20206).

Selain mengandalkan peran negara, Maruarar membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan pengembang swasta. Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan akses hunian yang adil dan tidak ingin pembangunan perumahan hanya menciptakan kantong-kantong eksklusif. Rusun subsidi diharapkan bisa hadir berdampingan dengan proyek perumahan komersial.

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam acara Evaluasi Kinerja Program Perumahan Kawasan Permukiman Tahun 2025 dan ⁠Program Strategis Sektor Perumahan Tahun 2026 di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Menteri PKP Maruarar Sirait dalam acara Evaluasi Kinerja Program Perumahan Kawasan Permukiman Tahun 2025 dan ⁠Program Strategis Sektor Perumahan Tahun 2026 di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri PKP Maruarar Sirait dalam acara Evaluasi Kinerja Program Perumahan Kawasan Permukiman Tahun 2025 dan ⁠Program Strategis Sektor Perumahan Tahun 2026 di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

"Saya berharap juga bisa mendukung program membangun rumah susun subsidi ya di perumahan-perumahan swasta. Kita tidak mau ada eksklusif ya, berikan juga keadilan buat rakyat, ya. Dan saya sangat bahagia kalau itu bisa dilakukan, seperti Pak James lakukan di Jakarta, ya oleh Pak Budi (Budiarsa Sastrawinata/Direktur Ciputra) di Ciputra juga jalan, bisa bekerjasama dengan yang lain-lain," ujar Maruarar.

Terkait kesiapan lahan, Maruarar menyebut pemerintah masih melakukan pendalaman teknis. Meski begitu, ia memastikan area yang disiapkan cukup luas untuk menopang pembangunan rusun subsidi dalam skala signifikan.

"Saya rasa besar, nanti kita pastikan," kata Maruarar.

Pemerintah menilai kolaborasi dengan pihak swasta menjadi cara percepatan pembangunan, terutama agar proyek rusun subsidi tidak kembali tersendat. Maruarar pun meminta agar proses perencanaan segera dituntaskan dan pembangunan fisik bisa segera dimulai.

"Untuk rumah susun saya berharap jangan lama-lama segera dibangun Bu Sri (Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati), Pak James (Bos Lippo Group James Riady) segera dibuat, fokus di situ," tuturnya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap! Prabowo Mau Bagi-Bagi 75.000 Unit Rumah Subsidi Tahun Ini


Most Popular
Features