FoodAgri Insight

Video: Surplus Beras Dunia Dikuasai Oleh China, Apa Bahayanya?

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
15 January 2026 12:13

Jakarta, CNBC Indonesia- Departemen Pertanian Amerika Serikat atau United States Department of Agriculture (USDA)melaporkan stok beras global di tahun 2024/2025 mencapai 191 juta ton dan 190 juta ton di 2025/2026 dengan 105 juta ton berada di China.

Rilis ini menunjukkan bahwa China menguasai separuh stok beras dunia sehingga menimbulkan paradoks stok beras global tinggi, tetapi likuiditas beras di pasar jauh lebih ketat.

Agrifood Analyst for CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta menyebutkan China saat ini terus menggenjot produksi beras namun masih fokus memenuhi kebutuhan beras dalam negeri sehingga tidak melakukan ekspor.

Stok beras global yang besar namun dikuasai oleh China membuat likuiditas beras cukup ketat sehingga saat terjadi lonjakan kebutuhan beras dunia maka masih mengandalkan India, Thailand dan Vietnam. Menghadapi kondisi ini maka penting bagi Indonesia untuk menjaga tren surplus produksi dan penguatan rantai distribusi beras untuk memastikan kebutuhan domestik dan mengantisipasi dampak tekanan global.

Lalu seperti apa dampak kondisi surplus beras yang mayoritas dikuasai China? Bagaimana dampaknya ke Indonesia? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Agrifood Analyst for CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 15/01/2026)