Ini Daftar Bantuan Bencana Sumatra yang Ditebar Kantor Trenggono-Amran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah pusat mempercepat respons penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) mengerahkan personel, logistik, hingga armada transportasi untuk membantu masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono mengatakan, KKP langsung membentuk satuan tugas khusus untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi sejak awal bencana.
"KKP telah bergerak cepat dengan membentuk Satgas KKP Aksi Tanggap dan Peduli Bencana Sumatra yang dipimpin oleh Dirjen PSDKP sebagai Dansatgas. Langkah taktis yang telah kami lakukan meliputi pembentukan posko tanggap bencana di tiga titik strategis yakni Pangkalan PSDKP Lampulo Aceh, PPN Sibolga Sumatra Utara, dan BPSPL Padang Sumatra Barat," kata Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, (14/1/2026).
Selain membangun pusat kendali di daerah terdampak, KKP juga memaksimalkan sarana pengawasan laut dan udara untuk mendukung operasi kemanusiaan. Armada yang biasa digunakan untuk pengawasan perikanan dialihfungsikan sementara guna membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
"Pengerahan armada kapal pengawas dan pesawat air surveillance untuk evakuasi dan distribusi logistik. Distribusi bantuan mendesak berupa bahan makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian layak hingga ikan beku dan ikan kaleng untuk pemenuhan gizi pengungsi serta penyediaan sumur air bersih," ujar Trenggono.
Tak hanya mengandalkan alat utama, KKP juga mengirimkan sumber daya manusia dalam jumlah besar ke lokasi bencana. Ribuan taruna dan taruni diterjunkan untuk membantu pekerjaan lapangan yang membutuhkan tenaga ekstra.
"Selain itu, kami juga mengerahkan 1.142 taruna-taruna dari berbagai satuan pendidikan KKP, Politeknik AUP, Dumai, Karawang, Sidoarjo, dan lain-lain untuk terjun langsung ke lokasi bencana. Mereka bertugas membantu pembersihan fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan, serta memberikan layanan trauma healing kepada masyarakat terdampak," kata Trenggono.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa bantuan lintas kementerian telah dihimpun untuk memperkuat upaya penanganan darurat di wilayah banjir.
Pada tahap 1 di 5 Desember 2025, KRI Banda Aceh dan pesawat Hercules menyalurkan sejumlah 207 truk atau senilai Rp 34,8 miliar dari total donasi Rp 74,85 miliar yang terkumpul untuk korban bencana banjir di wilayah Sumatra.
Di tahap kedua pada 12 Desember 2025 melalui KRI Surabaya-936 telah memuat bantuan sebanyak 104 unit kendaraan dan 72 paket bantuan (sisa tahap I). Kapal tersebut telah berangkat pada 13 Desember 2025 pukul 09.30 WIB menuju lokasi penugasan
Di tahap ketiga pada 16 Desember 2025 melalui KRI Makassar-590 telah memuat bantuan 41 unit kendaraan, 73 paket bantuan (sisa tahap I) serta 80 paket (sisa tahap I) yang masih berada di Gudang.
"Dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di Sumatra telah terkumpul donasi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Peduli sebanyak 75 miliar rupiah. Bantuan tersebut telah dikirim tiga tahap bekerja sama dengan Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan TNI serta Polri," kata Amran.
(dce)