KKP Terbangkan 1.142 Taruna Politeknik ke Sumatra, Dikasih Tugas Ini

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 14/01/2026 15:55 WIB
Foto: Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirimkan 1.142 Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan ke lokasi bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Acara pelepasan dilakukan di Hanggar Skadron Udara 45, Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2026).

"Terdapat 300 taruna yang hadir langsung di tempat ini, serta yang sudah siaga di lokasi, dan sisanya masih dalam perjalanan dengan total 1.142 taruna yang ditugaskan untuk bencana Sumatra," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam sambutannya.

Trenggono mengatakan bahwa mereka merupakan taruna aktif dari seluruh sekolah kedinasan KKP yang tersebar di beberapa tempat. Menurutnya ini merupakan bentuk kontribusi KKP untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam di tiga provinsi di Sumatra itu.


Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjabarkan tugas para taruna ini akan membantu proses pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana.

Salah satu yang masih menjadi masalah adalah persoalan lumpur yang mengendap di banyak rumah warga, infrastruktur, hingga fasilitas pemerintah kawasan dataran rendah di tiga provinsi itu.

"Oleh karena itu untuk membersihkan lumpur-lumpur ini, selain alat berat diperlukan, harus tambah pasukan, karena masuk ke gang-gang, masuk ke rumah-rumah, yang alat berat gak bisa masuk di situ," kata Tito.

Foto: Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Saat ini TNI - Polri dan bantuan taruna dari instansi pemerintah lainnya juga sudah sudah melakukan kerja pembersihan lumpur.

Menurut Tito ini juga bisa menjadi kerja nyata yang akan menambah pengalaman para taruna. Sebabnya banyak masalah teknis yang dialami para petambak dan nelayan, seperti perbaikan kualitas air sungai dan perbaikan tambak.

Tito juga berpesan kepada taruna ini untuk menyiapkan fisik untuk melakukan pembersihan. Selain itu dia juga berpesan agar para taruna tidak memberatkan pemerintah daerah setempat, juga melakukan belanja di daerah sekitar untuk mendorong roda ekonomi.

"Kalau ada yang perlu di bawa, bawa uang yang banyak, kenapa? Supaya bisa beli. Belanja. Kita lagi menghidupkan warung-warung di sana. Tapi daya beli masyarakat di sana rendah," tutur Tito.

Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Pelepasan Taruna KKP Untuk Sumatra, Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/1/2029). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemulihan Pasca bencana di Sumatra Terus Dikebut