MARKET DATA

Kantor Pajak Digeledah KPK, Begini Respons Purbaya

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
14 January 2026 10:40
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/12/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal penggeledahan kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin, Selasa (13/1/2026).

Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak atau KPP Madya Jakarta Utara. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.

Purbaya tidak ambil pusing perihal penggeledahan. Menurutnya, penggeledahan dilakukan karena ada pelanggaran. Dia hanya memastikan Kementerian Keuangan akan tetap mendampangi yang bersangkutan. Pasalnya, tersangka masih merupakan pegawai Kementerian Keuangan.

"Ya udah diliat aja proses hukumnya seperti apa. Tapi yang jelas kan ini geledah-geledah, periksa-periksa. Tapi kan kalau saya ditanya: kenapa kamu bilang kamu akan mendampingi secara hukum? Itu kan masih pegawai keuangan," paparnya.

"Sebelum dia diputuskan bersalah di pengadilan. Dia masih pegawai keuangan, jadi kan kita dampingin terus. Tapi gak ada intervensi dalam pengertian saya datang ke mereka, (lalu minta ke KPK) stop ini, stop itu," tegasnya.

Mengenai kemungkinan rotasi pejabat, Purbaya mengaku tengah mempertimbangkan hal ini. Namun, jika pegawai pajak yang dirotasi, sifat aslinya sudah jahat, maka kebijakan ini akan percuma.

"Dirotasi gak ada gunanya," kata Purbaya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kemenkeu Banjir Karangan Bunga Buat Menkeu Purbaya Jelang Sertijab


Most Popular
Features