Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Jembatan Emas untuk Pendidikan Inklusif
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Sekolah Rakyat (SR) pada Senin (12/1/2026) kemarin. Acara yang dilaksanakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut sekaligus menandai beroperasinya 166 Sekolah Rakyat, yang tersebar di 35 titik yakni di Jawa 70 titik, Bali dan Nusa Tenggara tujuh titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 28 titik, Maluku tujuh titik, dan Papua enam titik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan SR merupakan usaha pemerintah untuk mendorong percepatan pendidikan kepada para siswa yang berasal dari keluarga miskin. Sistem yang dilaksanakan SR dalam mencari murid adalah dengan jemput bola. Tim pendamping akan langsung datang ke rumah target sasaran.
"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tapi kita membuka seleksi dengan mendatangi rumah-rumah keluarga yang menjadi target," ujar dia, dikutip dari detikcom, Selasa (13/1/2026).
Nantinya, dengan SR, pemerintah menginginkan adanya pengentasan kemiskinan lewat jalur pendidikan. Dia juga mengatakan SR menjadi jalan Prabowo untuk mengentaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat dipersiapkan secara maksimal agar mampu berkontribusi dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Untuk itu, Prabowo juga menargetkan adanya 500 SR di lima tahun mendatang.
"Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029 insyaallah akan tercapai dan saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak dari sekarang ini pun usahanya sudah luar biasa," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh menyebut jika SR memiliki gagasan yang berbeda dengan sekolah-sekolah yang sudah ada pada umumnya. Nuh menyebut jika nantinya murid-murid yang akan bersekolah di SR memiliki kualifikasi khusus.
"Jadi ide dasarnya itu berbeda. Anak-anak yang pintar kemudian sukses, itu banyak contohnya. Tapi (Sekolah Rakyat) ini nggak. Ini miskin tapi nggak jelas pintarnya. Nakalnya pun juga nggak jelas. Syaratnya hanya miskin saja," ungkap M. Nuh.
[Gambas:Video CNBC]