MARKET DATA

Soal Migas, Prabowo Wanti-Wanti: Jangan Kutip-Kutip di Depan!

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
13 January 2026 11:25
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto terus berkomitmen untuk mempercepat penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri. Karena itu, ia pun meminta jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memperluas kegiatan eksplorasi.

Semula, Prabowo mengatakan berdasarkan informasi yang disampaikan pakar di sektor energi, potensi migas yang dimiliki Indonesia masih cukup besar. Sehingga, percepatan eksplorasi menjadi kunci untuk membuka potensi tersebut.

"Saya diberitahu juga oleh para pakar, cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar, tinggal kita mengelola dan mengejarnya," kata Prabowo dalam acara peresmian RDMP Balikpapan, dikutip Selasa (13/1/2026).

Ia lantas meminta Kementerian ESDM agar aktif memperluas wilayah eksplorasi dan memangkas hambatan birokrasi yang dapat menghambat masuknya investasi. Namun ia juga mewanti wanti kepada para pejabat untuk menjaga integritas.

"Saya minta ya ESDM, segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi. Jangan dikutip-kutip di depan. Jaga terus kepercayaan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa realisasi produksi (lifting) minyak Indonesia selama sekitar 10 tahun terakhir selalu meleset dari target. Namun kondisi tersebut berbalik di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di tahun 2026.

Menurut Bahlil, capaian lifting minyak ini pertama kalinya mencapai target dalam 10 tahun terakhir. Di mana rata-rata lifting minyak bumi mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 605,3 ribu barel per hari (bph).

"Alhamdulillah, sejak 10 tahun terakhir lifting kita nggak pernah tercapai. Baru di 2026 lifting minyak kita mencapai bahkan melampaui target APBN," kata Bahlil di tempat yang sama.

Bahlil membeberkan bahwa produksi minyak lifting Indonesia pada tahun 2024 hanya mencapai 580 ribu barel per hari (bph). Artinya terdapat penambahan sekitar 25 ribu barel selama ia menjabat sebagai Menteri ESDM.

Menurut dia, peningkatan produksi minyak tersebut tak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan sumur-sumur minyak idle di Indonesia. Sehingga berdampak pada kenaikan produksi.

"Sumur-sumur tua kita kita dorong dengan teknologi, percepatan tender-tender lapangan baru pun kita lakukan, dan kita melaksanakan mandatori B40," katanya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Singgung Korupsi: Ada di Eselon, BUMN Hingga BUMD


Most Popular
Features