8 Photos
Penampakan Lautan Manusia di Taheran, Beri Pesan Ini untuk Trump
Demonstrasi itu adalah "peringatan" kepada para politisi Amerika menyusul ancaman dari presiden AS, Donald Trump.
Puluhan ribu warga Iran menghadiri unjuk rasa pro-pemerintah di Taheran, Iran, Senin (12/1/2026). Warga yang menghadiri demonstrasi tersebut berkumpul untuk mendengarkan pidato ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang mengecam intervensi Barat. (Stringer/WANA via REUTERS)
Ghalibaf mengatakan Iran sedang berperang di empat front: "perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini perang melawan terorisme". (Stringer/WANA via REUTERS)
Mereka meneriakan slogan "Matilah Israel, Matilah Amerika" dalam bahasa Persia, ia bersumpah bahwa militer Iran akan memberi pelajaran yang tak terlupakan kepada Donald Trump jika Iran diserang. (Stringer/WANA via REUTERS)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian jua iku berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro-pemerintah. Pezeshkian terlihat berbaris bersama para pengunjuk rasa. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan demonstrasi itu adalah "peringatan" kepada para politisi Amerika menyusul ancaman dari presiden AS, Donald Trump, untuk melakukan intervensi militer di Iran. (Stringer/WANA via REUTERS)
“Aksi unjuk rasa besar-besaran ini, yang penuh tekad, telah menggagalkan rencana musuh asing yang seharusnya dilakukan oleh tentara bayaran domestik,” katanya, menurut televisi pemerintah Iran seperti dikutip dari Reuters. (Stringer/WANA via REUTERS)
Dukungan dari pendukung rezim ini terjadi ketika pemerintah Iran mencoba menampilkan citra normal, meskipun diguncang oleh gerakan protes terbesar di negara itu sejak 2009. (Stringer/WANA via REUTERS)