Trump Blokir Investasi ExxonMobil, Sebut Terlalu 'Culun' di Venezuela
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melarang raksasa migas ExxonMobil untuk berinvestasi di Venezuela. Ancaman ini muncul setelah CEO ExxonMobil, Darren Woods, melabeli negara kaya minyak tersebut sebagai wilayah yang "tidak layak huni untuk investasi" (uninvestable) dalam pertemuan di Gedung Putih pekan lalu.
Ketegangan bermula saat Trump mengumpulkan 18 eksekutif minyak papan atas pada hari Jumat. Trump mendesak konsorsium tersebut untuk mengucurkan dana sebesar US$ 100 miliar (sekitar Rp 1.560 triliun) guna merevitalisasi industri minyak Venezuela, hanya berselang seminggu setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolás Maduro dalam sebuah penggerebekan kilat.
Namun Trump mengaku tersinggung dengan sikap skeptis Exxon yang justru menjadi tajuk utama berita dan merusak momentum diplomasi ekonominya.
"Saya tidak suka tanggapan Exxon," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (11/1/2026). "Saya cenderung akan melarang Exxon masuk. Saya tidak suka jawaban mereka. Mereka bermain terlalu 'culun' (playing too cute)."
CEO ExxonMobil, Darren Woods, berargumen bahwa Venezuela perlu merombak total undang-undang hidrokarbon dan memberikan perlindungan investasi yang tahan lama sebelum Exxon mau kembali.
"Aset kami telah disita di sana dua kali. Anda bisa bayangkan, untuk masuk kembali untuk ketiga kalinya memerlukan perubahan yang sangat signifikan dari apa yang pernah kami lihat secara historis," tegas Woods di depan Trump.
Exxon dan ConocoPhillips memang memiliki sejarah pahit di Venezuela. Aset mereka dinasionalisasi oleh mendiang Presiden Hugo Chávez antara tahun 2004 hingga 2007. Berdasarkan putusan pengadilan, Venezuela kini berutang kolektif lebih dari US$ 13 miliar kepada kedua perusahaan tersebut atas penyitaan aset di masa lalu.
Meski CEO ConocoPhillips, Ryan Lance, meminta adanya restrukturisasi utang dan perombakan total sistem energi termasuk perusahaan negara PDVSA, Trump memberikan jawaban dingin. Ia menegaskan AS akan memulai lembaran baru dan tidak akan menanggung kerugian masa lalu perusahaan-perusahaan tersebut.
"Kami tidak akan melihat kerugian orang-orang di masa lalu karena itu adalah kesalahan mereka," cetus Trump.
Trump menegaskan bahwa di bawah kendali AS saat ini, perusahaan minyak harus berurusan langsung dengan Washington, bukan dengan otoritas lokal Venezuela.
"Anda berurusan langsung dengan kami. Anda sama sekali tidak berurusan dengan Venezuela. Kami tidak ingin Anda berurusan dengan mereka," tegasnya.
Sebagai langkah memperkuat kendali, pada hari Sabtu, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memblokir pengadilan atau kreditor mana pun agar tidak bisa menyita pendapatan dari penjualan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Departemen Keuangan AS.
[Gambas:Video CNBC]