Video

Video: Purbaya Tebar Kredit Ekspor Rp2 Triliun, Pengusaha Mebel Senang

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Selasa, 13/01/2026 10:31 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Ekspektasi penurunan suku bunga acuan dan meningkatnya keyakinan konsumen menjadi katalis positif bagi prospek pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia menghadapi tahun bisnis 2026.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan masih adanya prospek permintaan produk mebel dan kerajinan di pasar global gejolak global menjadi kabar baik baik pelaku industri Tanah Air. Selain itu perang dagang AS-China juga mampu menjadi peluang bagi produk mebel RI untuk mengambil ceruk pasar AS yang tidak bisa dimasuki oleh China.

Meski demikian, kenaikan tarif yang juga dialami RI juga menjadi tantangan lain bagi daya saing produk mebel dan kerajinan RI yang saat ini 55% fokus ke pasar AS dan Eropa sehingga menekan marjin.

HIMKI berharap dukungan pemerintah untuk dapat menjaga daya saing dan keberlangsungan industri mebel dan kerajinan RI menghadapi berbagai tantangan. Sehingga langkah Menkeu Purbaya yang mempersiapkan kredit ekspor Rp 2 Triliun melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menjadi kabar baik bagi dunia usaha khususnya tekstil dan furnitur.

Seperti apa tantangan dan strategi bisnis industri mebel hadapi gejolak global? Selengkapnya saksikan dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 12/01/2026)