Ramal Ekonomi RI 2026 Tumbuh 5,5%, Anindya Bakrie Tunjuk Syarat Utama

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 19:40 WIB
Foto: Pasar Tebet Barat yang berada di wilayah pemukiman elit Jakarta Selatan yang dulunya ramai kini nampak sepi pembeli. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie meminta kepada pemerintah untuk tidak hanya membuka pasar kerja sama dengan internasional, tetapi juga memberikan regulasi dan insentif agar perdagangan dapat berjalan dengan baik.

Hal ini diungkapnya setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (12/1/2026).

"Para pengusaha, baik Kadin maupun asosiasi pengusaha lainnya tentu menginginkan peluang-peluang bukan hanya pasar internasional, tapi juga regulasi dan insentif diberikan supaya perdagangan ini bisa berlangsung baik," kata Anindya dalam konferensi pers, Senin (12/1/2026).


Anindya menambahkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, selain dari peningkatan belanja pemerintah, tetapi juga perlu meningkatkan konsumsi domestik, sehingga insentif dan keramahan regulasi sangat dibutuhkan oleh pengusaha.

Adapun menurut Anindya, pertumbuhan ekonomi RI di 2026 bisa tumbuh mencapai sekitar 5,4% - 5,5%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum kita berpikir angkanya di sekitar 5,4% - 5,5%. Tentu ini semua akan datang dari berbagai macam hal, termasuk perdagangan itu sendiri," jelas Anindya.

Meski tantangan global masih cukup tinggi, terutama terkait konflik dengan AS-Venezuela dan perang dagang, namun posisi ekonomi Indonesia masih cukup baik, di mana inflasi nasional masih cukup terjaga.

"Walaupun kita juga bisa bilang bahwa perekonomian dunia ini sedang tidak baik-baik saja, bukan saja perang dagang, perang beneran pun juga ada, tapi kita lihat kelihatannya ekonomi Indonesia itu salah satu yang bisa dibilang top 5 lah growthnya secara skala di dunia, dan juga mempunyai suatu inflasi yang terjaga," terangnya.

Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie dalam konferensi persnya di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Senin (12/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie dalam konferensi persnya di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Senin (12/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya: Injeksi Uang ke Bank Tak Optimal, Ekonomi di Bawah 6%