Dirut Pertamina Beberkan Fakta-Fakta Kilang Terbesar: RDMP Balikpapan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang minyak terbesar dan modern terbaru di RI, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, hari ini, Senin (12/01/2026).
Proyek RDMP Balikpapan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri pun membeberkan sejumlah fakta terkait proyek RDMP Balikpapan ini di hadapan Presiden Prabowo.
Dia menjelaskan, proyek RDMP Balikpapan ini merupakan terintegrasi hulu-hilir minyak dan gas bumi, berikut beberapa rincian proyek di dalamnya:
1. Pembangunan pipa gas pasokan bahan bakar kilang dari Senipah ke Balikpapan sepanjang 78 km berdiameter 20 inch dengan kapasitas 125 MMSCFD.
2. Pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). "RDMP, jantungnya adalah RFCC, di situ residu yang biasa tidak diolah sekarang diolah," ucap Simon.
3.Peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dari kapasitas 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph.
4. Kualitas produk setara standar EURO V.
5. Terminal tangki timbun BBM dan Terminal Tanjung Batu berkapasitas 125.000 KL, serta empat dermaga.
6. Penambahan kapasitas tangki timbun minyak mentah (crude oil) Lawe-Lawe sebesar 2 juta barel, dari 5,6 juta barel menjadi 7,6 juta barel.
"Dengan demikian ini wujud, kemudian tonggak sejarah bangsa meningkatkan kemandirian kita di bidang energi, kita menunjukkan berdiri di kaki sendiri, dan menunjukkan ke swasembada energi," ungkap Simon.
"Tentunya peran ini bisa berhasil berkat dedikasi Perwira Pertamina. Pekerja di Pertamina kami sebut - Perwira singkatan Pertamina Wira. Wira adalah pejuang manusia unggul dan budi luhur itu pedoman kita. Peresmian ini tentang manusia yang berada di balik proyek ini tentang pribadi-pribadi anak bangsa pecinta Merah Putih yang memberikan dedikasi kepada bangsa negara," tuturnya.
"Untuk itu, ini adalah bukan akhir, ini awal dari perjalanan panjang dan banyak inisiatif dalam waktu dekat, selaras dengan Asta Cita ke-2 dan kelima. Dengan demikian, kami berikan pengabdian terbaik, kami akan terius berinovasi untuk menghasilkan karya yang membanggakan bangsa Indonesia," jelasnya.
"Terima kasih dari kami ke Bapak Presiden, ini adalah wujud peran nyata Pertamina, ini wujud Merah Putih bagi Perwira Pertamina, ini wujud ketulusan dan kemampuan, serta pelayanan seluruh Perwira Pertamina sepenuh hati," ucapnya.
"Atas bimbingan Presiden dan dukungan Kementerian ESDM, sinergi Danantara, Dewan Komisaris, serta stakeholder kami insan Pertamina berkomit bekerja lebih keras giat profesional integritas dengan semangat cinta Tanah Air. Bukan hanya soal daya tapi kedaulatan energi menyangkut martabat bangsa. Terima kasih," tandasnya.
(wia)