Internasional

Ramai Bisnis Ayam Goreng Cepat Saji Bangkrut-Nyaris Punah

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 15:00 WIB
Foto: Ilustrasi Ayam Goreng (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang kebangkrutan melanda bisnis ayam cepat saji di Amerika Serikat (AS). Salah satu korban terbesarnya adalah Boston Market, jaringan restoran ayam panggang yang pernah menjadi pesaing KFC dan kini nyaris lenyap setelah hampir seluruh gerainya tutup.

Pada puncak kejayaannya di era 1990-an, Boston Market memiliki lebih dari 1.200 restoran di AS. Namun jumlah tersebut terus merosot tajam.


Dari sekitar 300 lokasi pada awal 2023, jaringan ini tinggal kurang dari 30 gerai di awal 2024. Kini diperkirakan hanya menyisakan kurang dari 20 lokasi yang masih beroperasi pada awal 2025.

Tekanan persaingan menjadi salah satu faktor utama. Ritel besar seperti Costco menjual ayam panggang utuh seharga US$4,99 atau sekitar Rp78.300, meski dengan strategi merugi.

"Costco mungkin rugi di ayamnya, tapi untung dari belanja lanjutan pelanggan," kata Rose Sioson, pendiri Deliciously Rushed, mengutip laman AS, The Street Senin (12/1/2026). Strategi ini membuat pemain restoran sulit bersaing dari sisi harga.

Masalah keuangan Boston Market semakin parah setelah pemiliknya, Jay Pandya, dua kali gagal mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 untuk perusahaan. Pandya juga mengajukan kebangkrutan pribadi pada Desember 2023 dengan kewajiban US$10-50 juta atau sekitar Rp157 miliar-Rp785 miliar.

Perusahaan tercatat menunggak pajak sekitar US$300.000 atau Rp4,7 miliar. Perusahaan juga diperintahkan membayar pemasok utamanya, U.S. Foods, sebesar US$15 juta (sekitar Rp235,5 miliar).

Akibat tagihan yang tak terbayar, banyak gerai terpaksa tutup atau digusur. Bahkan, sejumlah lokasi dilaporkan harus membeli bahan makanan dari supermarket karena kontrak pemasok dihentikan.

Meski demikian, Pandya masih mencoba menawarkan lisensi merek Boston Market ke calon mitra baru. Tapi, langkah yang menuai skeptisisme dari mantan eksekutif dan karyawan.

Sementara itu, analis restoran Aaron Allen menilai kejatuhan Boston Market dipicu salah strategi. Kasus Boston Market pun menjadi gambaran bagaimana ramai-ramai bisnis ayam berguguran di tengah persaingan harga ekstrem dan tekanan biaya yang makin berat.

"Mereka menekan biaya untuk bersaing harga, tapi justru mengorbankan kualitas dan kehilangan pelanggan," ujarnya.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rentetan Tembakan Guncang Istana Presiden Miraflores