Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas saat kerusuhan dalam protes anti-pemerintah di Teheran, Iran, Minggu. (RIB/Handout via REUTERS)
Pemerintah telah menyatakan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati mereka yang digambarkan sebagai "martir yang gugur dalam perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis", menurut sumber resmi seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/1/2026.) (RIB/Handout via REUTERS)
Kerumunan besar berkumpul di provinsi-provinsi utama, termasuk membawa peti mati yang dibungkus bendera Iran melalui jalan-jalan. (RIB/Handout via REUTERS)
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa kerusuhan di Iran telah menewaskan lebih dari 500 orang. Teheran sendiri sempat mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump melaksanakan ancaman untuk campur tangan atas nama para demonstran. (RIB/Handout via REUTERS)
Dengan rezim ulama Republik Islam menghadapi demonstrasi terbesar sejak 2022, Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran. (RIB/Handout via REUTERS)
Menurut angka terbarunya dari para aktivis di dalam dan luar Iran mengatakan telah memverifikasi kematian 490 demonstran dan 48 personel keamanan, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap dalam dua minggu kerusuhan. (Social Media/via REUTERS)