Internasional

Geger Bos The Fed Jerome Powel Kena Kasus & Dipanggil Pengadilan

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 13:00 WIB
Foto: Ketua Dewan Federal Reserve Jerome Powell (AP/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengungkapkan dirinya tengah menjadi subjek penyelidikan kriminal oleh jaksa federal Amerika Serikat (AS). Penyelidikan ini terkait proyek renovasi kantor pusat bank sentral AS di Washington DC senilai US$2,5 miliar (sekitar Rp39,5 triliun) serta kesaksiannya di hadapan Kongres.

Dalam pernyataan video yang diunggah di akun X resmi The Fed Minggu waktu setempat, Powell menegaskan penyelidikan tersebut tidak lepas dari tekanan politik Presiden Donald Trump. Mantan pengusaha New York itu, sejak lama kecewa karena The Fed menolak memangkas suku bunga secepat dan sedalam yang diinginkannya.

"Ancaman tuntutan pidana ini adalah konsekuensi dari keputusan suku bunga yang kami ambil berdasarkan penilaian terbaik demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden," ujar Powell, seperti dikutip CNBC International, Senin (12/1/2026).


Ia memperingatkan, penyelidikan ini berpotensi menentukan masa depan independensi kebijakan moneter AS. Termasuk, apakah bisa diintimidasi oleh politik.

"Ini menyangkut apakah The Fed masih dapat menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau justru diarahkan oleh tekanan dan intimidasi politik," tegas Powell.

Powell juga mengungkapkan Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Jumat lalu mengirimkan surat panggilan pengadilan (subpoena) kepada The Fed, yang mengancam dakwaan pidana terkait kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni lalu. Kesaksian tersebut antara lain membahas proyek renovasi gedung-gedung bersejarah The Fed.

"Ini bukan soal kesaksian saya atau proyek renovasi itu sendiri. Ini juga bukan tentang fungsi pengawasan Kongres. Itu hanya dalih," tambah Powell menambahkan The Fed telah berupaya transparan kepada Kongres melalui kesaksian dan pengungkapan publik.

"Saya sangat menghormati supremasi hukum. Tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, termasuk Ketua Federal Reserve. Namun langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks tekanan berkelanjutan dari pemerintah," jelasnya.

Foto: Momen Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara selama tur di gedung Dewan Federal Reserve, yang saat ini sedang direnovasi, di Washington, D.C., AS, 24 Juli 2025. (REUTERS/Kent Nishimura)

Sementara itu, seorang juru bicara DOJ dalam pernyataan kepada media mengatakan, Jaksa Agung telah menginstruksikan para jaksa federal untuk memprioritaskan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana pajak. Namun ia tak secara eksplisit menyebut nama Powell.

Sebelumnya, The New York Times pertama kali melaporkan adanya penyelidikan ini, mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui perkara tersebut. Sumber yang memahami proses penyelidikan mengatakan bahwa fokusnya memang berkaitan dengan renovasi gedung Fed dan kesaksian Powell di Kongres.

Penyelidikan ini disebut berada di bawah Kantor Jaksa AS untuk Distrik Columbia. Ini akan dipimpin Jeanine Pirro, mantan jaksa New York sekaligus pembawa acara Fox News, yang ditunjuk Trump.

Trump, dalam wawancara dengan NBC News, mengklaim tidak mengetahui detail penyelidikan tersebut. Namun menurut Trump, Powell memang tak bagus memimpin The Fed.

"Saya tidak tahu apa-apa soal itu. Tapi dia jelas tidak terlalu bagus memimpin The Fed, dan tidak terlalu bagus membangun gedung," ujar Trump.

Trump berulang kali mengecam Powell sejak kembali menjabat presiden pada Januari 2025, karena The Fed dinilai lambat memangkas suku bunga. Meski demikian, Trump menyatakan surat panggilan DOJ tidak berkaitan dengan kebijakan suku bunga.

"Tekanan satu-satunya adalah fakta bahwa suku bunga terlalu tinggi," katanya.

Tekanan politik ini juga menuai kritik dari parlemen. Senator Thom Tillis dari Partai Republik menyebut penyelidikan terhadap Powell sebagai ancaman serius terhadap independensi The Fed.

Dari kubu Demokrat, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menilai langkah ini sebagai bentuk intimidasi. Sementara Senator Elizabeth Warren bahkan menuding Trump menyalahgunakan kewenangan DOJ demi mengendalikan bank sentral.

Pasar bereaksi negatif atas pernyataan tersebut. Kontrak berjangka saham AS dilaporkan melemah setelah komentar Powell dipublikasikan.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: The Fed Perpanjang Masa Jabatan Presiden Regional