Keluarga-keluarga tahanan berkumpul di luar sejumlah penjara di Venezuela pada Kamis (8/1/2025), menyusul pernyataan pemimpin parlemen Venezuela, Jorge Rodríguez, yang mengatakan bahwa sejumlah besar tahanan asing dan warga Venezuela akan dibebaskan dalam beberapa jam ke depan. (REUTERS/Gaby Oraa)
Pemerintah Spanyol pada hari yang sama mengonfirmasi, Venezuela telah membebaskan aktivis hak asasi manusia terkemuka berdarah Venezuela-Spanyol, Rocío San Miguel, bersama empat warga negara Spanyol lainnya. Namun, kelompok hak asasi manusia setempat menyatakan bahwa pembebasan tahanan warga Venezuela belum terjadi seperti yang dijanjikan otoritas. (REUTERS/Leonardo Fernández Viloria)
Bahkan seorang pria melihat ponselnya sambil duduk di luar penjara El Rodeo bertahan hingga malam hari. Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares memastikan pembebasan San Miguel dalam wawancara dengan stasiun radio RNE. Ia menyebut empat warga Spanyol lain yang dibebaskan masing-masing adalah Andrés Martínez, José María Basoa, Ernesto Gorbe, dan Miguel Moreno. Pemerintah Spanyol menyebut langkah Venezuela tersebut sebagai “tindakan positif”. (REUTERS/Gaby Oraa)
Meski demikian, kelompok hak asasi manusia lokal menyampaikan keraguan atas skala pembebasan tahanan yang diumumkan pemerintah. Hingga Kamis malam, mereka menyatakan pembebasan tahanan Venezuela yang dikategorikan sebagai tahanan politik “belum dilaksanakan secara nyata”, meskipun pernyataan resmi sebelumnya menjanjikan pembebasan dalam jumlah besar. (REUTERS/Agustin Marcarian)
Pembebasan ini terjadi di tengah pekan yang penuh gejolak politik di Caracas, menyusul langkah Amerika Serikat menggulingkan Presiden Nicolás Maduro, proses hukum terhadapnya di pengadilan New York atas tuduhan terorisme narkoba, pelantikan Presiden sementara Delcy Rodríguez, serta pengumuman AS terkait rencana pemurnian dan penjualan hingga 50 juta barel minyak mentah Venezuela yang sebelumnya tertahan akibat sanksi. (REUTERS/Gaby Oraa)
Pemimpin oposisi sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, María Corina Machado, yang memiliki sejumlah sekutu dekat di penjara, berulang kali menuntut pembebasan para tahanan. Selama bertahun-tahun, kelompok oposisi dan organisasi hak asasi manusia menuduh pemerintah Venezuela menggunakan penahanan sebagai alat untuk membungkam perbedaan pendapat, tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh pihak berwenang. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Kelompok hak asasi manusia Foro Penal memperkirakan terdapat lebih dari 800 tahanan politik di Venezuela, termasuk sedikitnya 86 warga negara asing dari Amerika Serikat, Spanyol, dan negara lainnya. (REUTERS/Gaby Oraa)