Ekspor Udang RI Rp64 ke AS Sempat Tertahan, Ini Penyebab-Nasibnya Kini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 09/01/2026 16:45 WIB
Foto: Udang beku. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor udang beku Indonesia senilai hampir Rp64 miliar sempat tertahan di Amerika Serikat (AS). Kejadian tersebut dialami oleh PT Bumi Menara Internusa (BMI). Manajer Ekspor dan Impor PT BMI Clorinda menjelaskan pengiriman udang beku mereka tertahan karena dinilai belum melengkapi dokumen yang dipersyaratkan otoritas AS.

Sebanyak 20 kontainer udang beku asal Surabaya tertahan di Pelabuhan Chicago sebelum akhirnya dilepas otoritas setempat setelah eksportir menunjukkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, kasus tersebut menunjukkan peran krusial SMKHP sebagai dokumen resmi yang diakui otoritas negara tujuan ekspor.


"SMKHP sebagai official declaration yang dibutuhkan otoritas negara tujuan bahwa produk perikanan dihasilkan melalui proses rantai produksi yang sesuai dengan standar sanitasi, higiene serta keamanan pangan global sehingga memenuhi ALOP (Apropriate Level of Protection) pangan di negara tersebut dan dengan mudah masuk pasar mereka," kata Ishartini dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/1/2026).

Clorinda pun mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.

"Waktu itu ada shipment kami sebanyak 20 kontainer udang beku yang tertahan di Pelabuhan Chicago Amerika Serikat, lalu FDA kirim email notifikasi kepada kami melalui Customs Broker mengatakan bahwa ada dokumen yang belum lengkap, kemudian setelah kami kirimkan SMKHP yang diterbitkan UPT Badan Mutu Surabaya I, akhirnya hari itu juga semua kontainer dirilis oleh FDA," cerita Clorinda.

Kepala UPT Badan Mutu Surabaya I Laode, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, total volume ekspor udang beku yang berhasil diselamatkan mencapai 263 ribu ton dengan nilai Rp63.415.544.700 atau hampir Rp64 miliar.

"Saya sudah menerima laporan mengenai kontainer udang beku PT. BMI yang akhirnya bisa masuk pasar Amerika setelah menunjukkan SMKHP. Saat ini mengurus SMKHP bagi eksportir sangat mudah dan bahkan sudah online melalui aplikasi Siap Mutu dan kami ada 46 UPT di seluruh Indonesia, selain itu Siap Mutu juga terkoneksi INSW (Indonesia National Single Window-red)," ucap Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembentukan Badan Mutu KKP bertujuan memastikan rantai produksi perikanan dari hulu hingga hilir memenuhi standar global, sehingga produk perikanan Indonesia tetap diterima dan mampu bersaing di pasar internasional.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ekspor Terus Naik, RI Dorong Pengusaha Muda Masuk Bisnis Udang