5 Photos
Penampakan Gunung Sampah Tebar Teror di Pasar Induk Kramat Jati
Melihat tumpukan sampah pada tempat penampungan sementara (TPS) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Pengendara sepeda motor melintas di dekat tumpukan sampah pada tempat penampungan sementara (TPS) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (9/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tumpukan sampah yang menggunung hingga melebihi tinggi alat berat ini menimbulkan bau tak sedap yang cukup menyengat. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Sumber bau didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar. Menurut salah satu petugas, gunungan sampah itu telah terjadi lebih dari sepekan. Sejumlah alat berat terlihat di lokasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Truk pengangkut hingga eskavator dikerahkan untuk mengangkut gunungan sampah tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pengelola pasar menyebutkan, keterbatasan armada pengangkut dari DLH menjadi penyebab utama menumpuknya sampah, yang mencapai 120 hingga 150 ton per hari. Keterbatasan tersebut disebabkan sejumlah kendala, salah satunya kerusakan armada pengangkut sampah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Idealnya dibutuhkan 12 hingga 15 armada setiap hari untuk membersihkan sampah. "Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin itu hanya sekitar 8," kata Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pengangkutan tumpukan sampah di sekitaran TPS Pasar Induk Kramat Jati ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan termasuk sampah-sampah yang tercecer di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)