MARKET DATA
INTERNASIONAL

Bye Amerika! Trump Tarik AS dari 66 Forum Internasional, RI Respons

tfa,  CNBC Indonesia
08 January 2026 14:01
Sebuah bendera terlihat di sebuah gedung selama Dewan Hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, 27 Februari 2023. (REUTERS/Denis Balibouse/File Foto)
Foto: Sebuah bendera terlihat di sebuah gedung selama Dewan Hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, 27 Februari 2023. (REUTERS/Denis Balibouse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan atas rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS dari puluhan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan internasional. Langkah tersebut dinilai berpotensi menekan multilateralisme dan tatanan dunia berbasis kerja sama internasional.

"Untuk awal, kami memperhatikan dengan seksama pengumuman penarikan ini. Dari kami, tentu ada concern terhadap prospek makin tertekannya multilateralisme dan tatanan dunia yang berlandaskan kerja sama internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia mencermati secara saksama pengumuman tersebut dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Menurut Yvonne, Indonesia memandang penting agar seluruh negara tetap berpegang pada semangat dan prinsip multilateralisme dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia menekankan nilai kesetaraan dan inklusivitas sebagai fondasi utama kerja sama internasional.

"Yang paling penting buat Indonesia adalah mendorong semua negara tetap memegang semangat dan prinsip-prinsip multilateralisme itu sendiri dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk prinsip kesetaraan dan inklusivitas," ujarnya menyebut pemerintah belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penarikan AS dari 66 organisasi PBB dan internasional. Keputusan itu tertuang dalam memorandum presiden yang dibagikan Gedung Putih pada Rabu (7/1/2026) malam waktu setempat, menyusul peninjauan terhadap organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dinilai "bertentangan dengan kepentingan AS", seperti dikutip Al Jazeera.

Langkah ini mencakup penghentian partisipasi AS sekaligus pemutusan seluruh pendanaan bagi entitas terkait. Dari daftar yang dirilis Gedung Putih, sebanyak 35 merupakan organisasi non-PBB, termasuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), International IDEA (International Institute for Democracy and Electoral Assistance), serta International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Selain itu, AS juga akan menarik diri dari 31 entitas PBB. Seperti Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Dana Demokrasi PBB, dan Dana Kependudukan PBB (UNFPA).

Penarikan ini melanjutkan kebijakan Trump yang sejak masa jabatan keduanya telah menarik AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Iklim Paris, serta Dewan HAM PBB. Penarikan dari WHO dijadwalkan efektif pada 22 Januari 2026, satu tahun setelah diperintahkan.

Antara 2024-2025, AS tercatat menyumbang pendanaan sebesar US$261 juta (sekitar Rp4,2 triliun) ke WHO, atau setara kurang lebih 18% dari total pendanaan organisasi tersebut. Dana itu digunakan untuk mendorong kerja sama global dalam isu kesehatan mendesak, termasuk tuberkulosis dan penanganan pandemi seperti Covid-19.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Trump Sindir Negara Yang Akui Palestina: Hadiah Buat Hamas


Most Popular
Features