MARKET DATA

Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara & Nikel Tahun 2026 Bakal Dipangkas

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 January 2026 12:37
Konpres pencapaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. (Tangkapan layar Youtube ESDM)
Foto: Konpres pencapaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. (Tangkapan layar Youtube ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) Bahlil Lahadalia memastikan akan menurunkan produksi batu bara dan juga nikel di tahun 2026 ini. Tujuannya, supaya harga kedua komoditas tersebut bisa 'bagus' di pasar dunia.

"Jadi produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita jaga dan ini juga terjadi tidak hanya di batu bara termasuk nikel kita akan sesuaikan kebutuhan industri dan suplai ore nikel kita," terang Bahlil dalam Konfrensi Pers Kinerja Sektor ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).

Menteri Bahlil menaksirkan, bahwa paling tidak produksi batu bara di tahun ini hanya sekitar 600-an juta ton. "Kurang lebih 600 juta ton," ungkap Bahlil. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2025, realisasi produksi batu bara mencapai 790 juta ton.

Namun sayangnya, Bahlil belum bisa menyampaikan angka pasti dari penurunan produksi nikel. Ia hanya bilang, produksi nikel akan disesuaikan dengan kebutuhan industri.

"Kami akan sesuaikan dengan kebuthan industri dan kita akan bikin pemerataan, maksudnya industri-industri besar harus beli ore nikel dari pengusaha tambang. Jangan ada monopoli kita ingin perusahaan daerah kuat supaya ada kolaborasi, supaya hilirisasi berkeadilan. kita suppprt tapi harus berkolaborasi," tegas Bahlil.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Wanti-Wanti Pengelolaan Batu Bara, Cek Segini Cadangannya


Most Popular
Features