MARKET DATA

Bahlil: Produksi Batu Bara 2026 Dipangkas Jadi Sekitar 600 Juta Ton!

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 January 2026 12:32
Konpres pencapaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. (Tangkapan layar Youtube ESDM)
Foto: Konpres pencapaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. (Tangkapan layar Youtube ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan memangkas produksi batu bara pada 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.

Ini berarti, target produksi batu bara pada 2026 ini turun 24% bila dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang tercatat mencapai 790 juta ton.

Bahlil mengatakan, pemangkasan target produksi ini untuk mendorong harga batu bara kembali naik dan menjaga cadangan batu bara ke depannya.

"Batu bara yang diperdagangkan di global 1,3 miliar ton. Dari jumlah itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau 43%, akibatnya apa supply and demand tidak terjaga, artinya harga batu bara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," jęłas Bahlil dalam konferensi pers terkait Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (08/01/2026).

"Bangsa ini harus berjalan, terus lingkungan kita jaga, dan ini juga terjadi tidak hanya di batu bara, termasuk nikel kita akan sesuaikan kebutuhan indsutri dan supply ore nickel kita," ujarnya.

"Urusan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) Pak Dirjen Minerba lagi hitung, yang jelas di sekitar 600 juta lah batu bara, kurang lebih lah, bisa kurang bisa lebih dikit, catatnya kurang lebih ya. nanti judulnya pasti 600 (juta)," ujarnya.

Begitu juga dengan produksi nikel. Dia menjelaskan, pemerintah juga akan menyesuaikan target produksi nikel pada 2026 ini.

"Nikel, kami akan sesuaikan dengan kebutuhan industri dan kita akan bikin pemerataan, maksudnya industri-industri besar harus beli ore nickel dari pengusaha tambang, jangan ada monopoli, kita ingin perusahaan daerah kuat supaya ada kolaborasi supaya hilriisasi berkeadilan. Kita support tapi harus berkolaborasi," tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara pada 2025 tercatat mencapai 790 juta ton, turun dari 2024 yang tercatat mencapai 836 juta ton.

Dari produksi batu bara pada 2025 tersebut, sebesar 514 juta ton atau 65,1% dijual ke luar negeri alias diekspor, dan 254 juta ton atau 32% dijual untuk pasar dalam negeri (domestik). Penjualan batu bara untuk pasar domestik ini termasuk untuk sumber bahan bakar pembangkit listrik dan juga untuk pasar non kelistrikan, seperti untuk pabrik semen maupun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral.

Adapun stok tercatat sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari total produksi.

Realisasi produksi batu bara pada 2025 ini lebih rendah 5,5% dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2024 yang tercatat mencapai 836 juta ton. Ini artinya, produksi batu bara pada 2025 mematahkan rekor produksi tertinggi sepanjang masa.

Sebelumnya, produksi pada 2024 tersebut tercatat sebagai produksi tertinggi sepanjang masa. Bahkan, produksi pada 2024 juga lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya pada 2023 yang tercatat mencapai 775 juta ton.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Wanti-Wanti Bahlil: Batu Bara Harus Dikelola Hati-Hati, Buat Anak-Cucu


Most Popular
Features