MARKET DATA
Internasional

Tok! Trump Teken Perintah Eksekutif, AS Cabut dari 66 Organisasi Dunia

luc,  CNBC Indonesia
08 January 2026 06:02
Presiden AS Donald Trump terekam kamera sempat tertidur saat rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12) waktu setempat. (Tangkapan Layar Video/X)
Foto: Presiden AS Donald Trump terekam kamera sempat tertidur saat rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12) waktu setempat. (Tangkapan Layar Video/X)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat menarik diri dari puluhan organisasi internasional, termasuk badan-badan penting terkait perubahan iklim dan populasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan negara itu terhadap 66 organisasi lintas negara pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

Dilansir The Associated Press, Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif yang memerintahkan penangguhan partisipasi dan pendanaan AS terhadap 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas yang berafiliasi dengan PBB. Keputusan ini diambil setelah Trump menginstruksikan pemerintahan untuk meninjau ulang keterlibatan dan dukungan ke semua organisasi internasional, termasuk lembaga-lembaga yang berada di bawah payung PBB.

Mayoritas target penarikan tersebut adalah lembaga, komisi, dan panel penasihat yang berkaitan dengan isu iklim, ketenagakerjaan, dan agenda multilateral lainnya yang oleh pemerintahan Trump dikategorikan sebagai entitas yang mengedepankan diversitas dan inisiatif "woke", istilah dalam diskursus AS yang merujuk pada kebijakan progresif yang dianggap terlalu politis oleh sebagian pihak.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pemerintahan Trump menemukan banyak dari organisasi internasional tersebut "redundan dalam ruang lingkupnya, dikelola dengan buruk, tidak perlu, boros, dijalankan secara buruk, dipengaruhi oleh kepentingan aktor yang menjalankan agenda sendiri yang bertentangan dengan kepentingan kita, atau merupakan ancaman bagi kedaulatan, kebebasan, dan kemakmuran umum negara kita."

Di sntara organisasi yang akan ditinggalkan AS adalah Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC), perjanjian internasional yang menjadi dasar negosiasi iklim global, termasuk Perjanjian Paris. Penarikan dari konvensi ini konsisten dengan kebijakan Trump yang menolak agenda iklim internasional dan sebelumnya telah menarik AS dari Perjanjian Paris.

Salah satu entitas PBB lainnya yang terdampak adalah badan PBB yang menangani isu populasi global. Organisasi ini menyediakan dukungan kesehatan reproduksi dan layanan terkait di berbagai negara dunia, program yang selama ini menjadi sorotan dan sering mendapat kritik dari kalangan konservatif di AS.

Keputusan terbaru ini merupakan kelanjutan dari trend kebijakan pemerintahan Trump dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, AS telah keluar dari berbagai lembaga global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan lembaga-lembaga PBB lainnya yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan bantuan internasional, karena dianggap tidak selaras dengan kepentingan nasional.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bangga! Sekjen PBB Tunjuk Pemuda RI Ini Jadi Penasehatnya


Most Popular
Features