MARKET DATA

Amran Minta Restu Ekspor Beras Tahun Ini, Bilang Gini ke Prabowo

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
07 January 2026 18:40
Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)
Foto: Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

Karawang, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan keyakinannya, Indonesia berpeluang mengekspor beras pada tahun ini. Keyakinan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan serapan beras oleh Perum Bulog berjalan optimal dalam beberapa bulan ke depan.

Pernyataan itu diutarakan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025).

Ia menegaskan, dalam proses penyerapan beras di tahun ini pihaknya tidak meminta perlakuan khusus, melainkan berharap kinerja Bulog dalam menyerap hasil panen petani tetap konsisten seperti tahun sebelumnya.

"Tapi beras kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja seperti 2025. Aku tidak minta lebih, sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia," tutur Amran.

Amran mengungkapkan, produksi beras nasional menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, produksi gabah setara beras mencapai sekitar 34 juta ton. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), proyeksi produksi beras tahun ini direvisi naik menjadi 34,77 juta ton dari sebelumnya 32,07 juta ton.

Selain beras, Amran juga menyampaikan optimisme terkait komoditas gula. Ia menyebut Indonesia tidak akan mengimpor gula kristal putih pada 2026 seiring penguatan produksi tebu dalam negeri, khususnya melalui proyek perkebunan berskala besar di Jawa Timur.

"Ada beberapa poin kami sampaikan. Produksi kita 34 juta ton. Rencana tahun ini. Ini ada PTP 50 persen tebu di Jawa Timur. Kita tidak impor gula putih tahun ini," katanya.

Ia menambahkan, pencapaian swasembada pangan dan kesiapan ekspor tidak terlepas dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Amran menyebut dukungan regulasi, penguatan produksi, serta pengawasan distribusi sebagai faktor utama yang menopang kepercayaan diri pemerintah.

Dengan stok beras nasional yang terjaga dan serapan hasil panen yang diharapkan tetap kuat, Amran menilai peluang ekspor beras Indonesia pada tahun ini semakin terbuka, menandai babak baru ketahanan pangan nasional.

Bintang jasa kehormatan dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)Foto: Bintang jasa kehormatan dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)
Bintang jasa kehormatan dalam acara panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkapan layar Youtube Setpres RI)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mentan Amran Jamin, 31 Desember 2025 RI Resmi Swasembada Beras


Most Popular
Features