ENERGY CORNER

Video: Transisi Energi RI Masih Tertinggal, ESI Bongkar Masalahnya!

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
06 January 2026 11:49

Jakarta, CNBC Indonesia- 2025 disebut Energy Shift Institute (ESI) sebagai tahun penuh tantangan bagi ekonomi global termasuk sektor energi sebagai dampak dari gejolak geopolitik dunia yang masih memanas.

Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna menyebutkan transisi energi sepanjang 2025 masih mencatatkan tren pertumbuhan positif begitupula di Indonesia yang didukung oleh kebijakan pemerintahan Prabowo yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 PT PLN (Persero) yang menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 42,6 Gigawatt.

Bagi Indonesia, upaya mendorong EBT harus didukung komitmen yang serius mengingat RI merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar dunia. Dimana transisi energi bukan hanya terkait upaya menekan emisi karbon namun juga harus didukung dengan saya saing ekonomi.

ESI melihat saat ini Indonesia masih tertinggal dari negara lain dalam transisi energi, sehingga diperlukan keseriusan mendorong eksekusi dan kesiapan pengembangan proyek EBT jangka pendek untuk menarik investasi.

Seperti apa tantangan dan strategi pengembangan transisi energi RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 06/01/2026)