Pendukung Nicolas Maduro menggelar demonstrasi di Caracas, Venezuela, pada Senin (5/1/2025) waktu setempat. Mereka menuntut pembebasan Maduro dan istrinya yang ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dan dibawa ke penjara di New York. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Para demonstran dikawal kelompok paramiliter pro-Maduro dan komunitas pengendara motor. Mereka mengibarkan bendera nasional Venezuela berwarna merah, biru, dan kuning di sepanjang aksi. (REUTERS/Maxwell Briceno)
“Bebaskan presiden kami", tulis poster yang dibawa seorang perempuan berkaos hitam bertopi merah sekaligus mentor politik Maduro. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Poster lain bertuliskan “Venezuela bukan koloni siapa pun” merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington akan “menjalankan” Venezuela dalam suatu masa transisi yang tidak dijelaskan secara rinci. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Senin malam waktu AS, Maduro menghadiri sidang pengadilan di New York untuk menghadapi dakwaan “narkoterorisme” terkait dugaan penyelundupan kokain ke Paman Sam. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Dalam aksi di Caracas, para demonstran turut menyuarakan spekulasi bahwa Maduro dikhianati oleh orang dalam lingkaran terdekatnya, sehingga mempermudah pasukan khusus AS menangkapnya di pangkalan militer terbesar Venezuela. (REUTERS/Maxwell Briceno)