MARKET DATA

Warga Jonggol Siap-Siap Ada Rencana Pembangunan Skytrain, Ini Rutenya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
05 January 2026 16:15
Skytrain
Foto: AP II

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji moda transportasi baru untuk memperkuat jaringan angkutan massal di wilayah Jabodetabek. Moda ini diproyeksikan menjadi solusi penghubung kawasan permukiman menuju simpul transportasi utama seperti MRT dan LRT yang sudah beroperasi.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengungkapkan, konsep moda baru tersebut diberi nama Skytrain. Berbeda dengan kereta gantung, Skytrain akan menggunakan sarana berpenggerak mandiri dan dirancang khusus sebagai jalur pengumpan.

"Kami mencoba ada satu jenis kereta baru yang kita sebut dengan Skytrain. Skytrain yang kereta api berpenggerak tapi ya, sarananya itu berpenggerak, bukan cable train. Tapi sarana berpenggerak ini kita coba dua feeder yang kita lakukan," ungkap Risal kepada CNBC Indonesia, Senin (5/1/2026)

Salah satu fokus pengembangan Skytrain diarahkan ke kawasan timur Jabodetabek juga masuk dalam rencana besar Skytrain. Pemerintah membuka opsi perpanjangan feeder LRT Jabodebek di Cibubur agar menjangkau wilayah Bogor bagian timur, termasuk Cariu di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sehingga akses transportasi massal semakin dekat dengan permukiman warga.

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa)Foto: Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa)
Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa)

"Yang satu lagi yang mendukung LRT Jabodebek di Cibubur. Di Cibubur dari Mekarsari atau sampai sana lagi dari Cariu (Kabupaten Bogor) sampai ke Stasiun Cibubur ini," ujar Risal.

Tak hanya ke area Cibubur, pengembangan juga mengarah ke wilayah selatan Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah tengah mengkaji jalur yang akan berfungsi sebagai feeder MRT Jakarta, khususnya untuk menghubungkan kawasan penyangga dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.

"Bagaimana feeder MRT yang di Lebak Bulus itu kita konsepkan dari BSD sampai ke MRT Lebak Bulus. Nah dia bisa lewat Mas Bintaro atau masuk Tangerang Selatan yang nantinya lewat ke Pondok Cabe, bisa dua jalur," ujar Risal.

Risal menilai, persoalan utama transportasi Jabodetabek saat ini bukan lagi pada jalur utama. Menurutnya, jaringan MRT, LRT, hingga BRT sudah tersedia, namun konektivitas dari dan menuju simpul transportasi masih menjadi tantangan besar.

"Jakarta kita punya feeder, punya trunk line dengan kereta api. Ada LRT Jabodebek, ada MRT Jakarta, ada BRT dan lain-lain. Namun kita punya masalah di first mile dan last mile-nya nih, bagaimana masyarakat di daerah itu di Bogor, Bekasi, Tangerang menuju simpul pertamanya tadi naik LRT MRT. Mencari suatu moda transportasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat yang mudah, aman, nyaman, selamat, murah akhirnya nantinya," sebut Risal.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bakal Dibangun Skytrain dari Cibubur Tembus Mekarsari, Ini Rutenya


Most Popular
Features