MARKET DATA

12 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Sulit Dapat Air Bersih

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
02 January 2026 18:25
Aksi gotong royong membersihkan sekolah terdampak banjir bandang di Aceh. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah)
Foto: Aksi gotong royong membersihkan sekolah terdampak banjir bandang di Aceh. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa masih ada 12 kabupaten/ kota terdampak bencana Sumatra masih mengalami gangguan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal, persoalan pemenuhan air bersih sudah menjadi atensi dari Presiden Prabowo Prabowo

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Jumat (2/1/2026).

"Sebanyak 12 dari 18 kabupaten/kota masih mengalami gangguan layanan PADM, mulai dari suplai yang terbatas, jaringan rusak total, hingga distribusi yang hanya mengandalkan sumber alternatif," mengutip paparan Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, jaringan PDAM mengalami cukup parah pada beberapa titik, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah. Kerusakan tidak hanya terjadi pada jaringan pipa, melainkan juga sumber air di beberapa titik.

"Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk recover 100%. Meskipun penggantian pipa juga terus dilakukan," kata Abdul Muhari.

Adapun beberapa daerah yang sudah mengalami pemulihan antara lain Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Besar, Pidie, Langsa, dan Aceh Singkil.

Untuk penanganan jangka pendek saat ini BNPB, Kementerian PU, dan TNI-Polri tengah membangun sumur bor pada wilayah. Selain itu ada juga dukungan mobil penjernih air, toren air, hingga distribusi mobil tangki air.

Beberapa lokasi yang dibangun sumur Bor antara lain, 10 titik di Aceh Utara, Aceh Tamiang 24 Titik yang dikerjakan oleh BNPB dan TNI AD.

Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) membuat 6 sumur bor di 6 titik di Kabupaten Aceh Tamiang, Polri 146 titik, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 12 titik di Aceh Tamiang, Kodam IM 121 titik.

Tidak hanya permasalahan air. BNPB juga mengabarkan telah melakukan pemasangan tenda pleton yang akan digunakan ruangan sementara, mengingat kegiatan belajar mengajar akan berlangsung pada Senin (5/1/2026). Meski Abdul Muhari menjelaskan bahwa proses pembersihan dan pengkondisian gedung sekolah terus dilakukan bersama personel TNI.

"kita sudah siapkan tenda untuk sebagai tempat atau ruangan sementara proses belajar mengajar di awal minggu depan," katanya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Turun Gunung Cek Korban Banjir di Aceh Tenggara, Prabowo Janjikan Ini


Most Popular
Features