Soal Wacana Perum Jadi Lembaga, Bos Bulog Kasih Bocoran Terbaru

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 02/01/2026 15:25 WIB
Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana perubahan status Perum Bulog menjadi lembaga terus bergulir. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, pembahasan terkait hal tersebut saat ini masih berlangsung di DPR RI dan belum mencapai keputusan final.

Rizal mengatakan, proses perubahan status Bulog tengah digodok di Komisi IV dan Komisi VI DPR RI, serta sudah melalui sejumlah rapat sejak akhir tahun lalu.

"Ini sedang proses di Komisi IV dan VI DPR RI, sedang digodok dan kemarin bulan Desember juga terakhir ada rapat di Jogja," kata Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).


Ia mengatakan, pembahasan lanjutan masih terus berjalan dan meminta semua pihak bersabar menunggu hasil akhirnya.

"Terus kalau nggak salah hari ini juga ada rapat lanjutan. Jadi teman-teman mohon waktu dan sabar saja, insyaallah dalam waktu dekat akan segera ada kepastian," tutur dia.

Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (CNBC Indonesia)
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (CNBC Indonesia)

Adapun terkait konsep perubahan tersebut, Rizal menjelaskan, arah transformasi Bulog sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto, agar peran Bulog diperluas, tidak hanya terbatas pada pengelolaan beras.

"Jadi harapannya sesuai dengan keinginan presiden, Bulog kembali jaya seperti zaman dulu zamannya Pak Bustanil Arifin. Jadi Bulog itu jangan hanya ngurusin beras, tapi ngurusin seluruhnya, sehingga untuk menjamin seperti yang disampaikan beliau adalah kemandirian pangan," jelasnya.

Menurutnya, kemandirian pangan berarti negara harus memegang kendali langsung atas komoditas strategis, bukan diserahkan kepada pihak lain.

"Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula, tepung, telur, dan sebagainya, daging harus kita pegang sendiri. Jangan dipegang orang lain. Itu namanya mandiri. Harapannya Bulog seperti itu," tegas Rizal.

Saat ini, Bulog masih menunggu hasil pembahasan dari DPR RI, khususnya Komisi IV, sebelum melangkah lebih jauh.

"Ini sedang digodok untuk nanti jadinya seperti nanti dari Komisi IV. Kami tinggal nunggu perintah, nunggu perintah, siap melaksanakan tugas," ujarnya.

Ketika ditanya apakah Bulog kini hanya menunggu keputusan dari Komisi IV DPR RI, Ahmad Rizal membenarkannya.

"Betul," katanya singkat.

Ia juga memastikan komunikasi dengan pemerintah, termasuk Presiden, berjalan secara paralel dengan pembahasan di DPR.

"Iya. Jadi intinya Bulog siap melaksanakan tugas dari pemerintah maupun DPR, dalam hal ini Komisi IV dan Komisi VI, sebagai mitra kami khusus di DPR," pungkasnya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Sambut Malam Tahun Baru Bersama Rakyat Aceh