Buka Perdagangan Perdana Bursa, Purbaya Minta Investor Saham Siap-siap
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat prosesi pembukaan perdagangan perdana pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta secara khusus kepada para investor di bursa untuk mempersiapkan diri.
Menurutnya, memasuki perdagangan 2026, para pelaku pasar harus bersiap karena Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG akan melesat ke level 10.000.
"Jadi pelaku pasar siap-siap saja. Tahun ini 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai," ujar Purbaya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, level IHSG itu bisa tercapai mengingat pemerintah saat ini tengah fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Ia percaya diri ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa mencapai level 6%, jauh di atas target APBN 2026 sebesar 5,4%.
"Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik daripada tahun lalu. Kan sekarang satu tahun penuh ini saya udah pegang ekonominya lah sama Gubernur BI dan lain-lain. Kalau kemarin kan kita masih separuh-separuh, cuma seperempat malah," tuturnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, ia meyakini otomatis keuntungan perusahaan-perusahaan yang melantai di pasar bursa juga akan ikut terkerek, hingga pada akhirnya memberi keuntungan yang menggiurkan bagi para investor saham.
"Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan Bank Sentral, dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga, jadi kalau investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan," tegas Purbaya.
Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun 2026 di zona hijau, Jumat (2/12/2026). Indeks naik 36,17 poin atau 0,42% ke level 8.683,11.
Sebanyak 371 saham naik, 92 turun, dan 495 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 301,6 miliar, melibatkan 429,6 juta saham dalam 67.930 kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.928 triliun.
Sebagai pembanding, pada saat penutupan perdagangan pada Selasa (30/12/2025), IHSG berada di level 8.646,94. Ini mengalami kenaikan tipis 2,68 poin atau menguat 0,03%.
Nilai transaksinya mencapai Rp 20,61 triliun, terdiri dari 39,54 miliar saham pada 2,6 juta kali transaksi. Terdapat 346 saham yang menguat dan 146 tidak bergerak.
IHSG juga sempat berada di rekor tertinggi 8.711 pada 8 Desember 2025 dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 16.004 triliun.
Sementara itu, IHSG mengalami perjalanan jatuh-bangun sepanjang 2025, bahkan sempat tertekan tajam di awal tahun. Meski demikian, IHSG berhasil bangkit dan mencatatkan rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali hingga akhir 2025.
(arj/haa)