Internasional

Siaga PD 3 OTW Amerika, Operasi Militer Trump Tewaskan 3 di Laut

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 02/01/2026 06:31 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump berbicara tentang krisis di Venezuela saat berkunjung ke Florida International University di Miami, Florida, AS, 18 Februari 2019. REUTERS / Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan tiga orang tewas dalam serangan terhadap tiga kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di perairan internasional. Insiden ini menambah jumlah korban tewas dalam kampanye Washington melawan jaringan narkoba menjadi sedikitnya 110 orang.

Komando Selatan AS (US Southern Command/USSOUTHCOM) menyebut serangan terjadi pada Selasa waktu setempat dan menargetkan "tiga kapal penyelundup narkoba yang berlayar sebagai konvoi." Dari tiga korban tewas, seluruhnya berada di satu kapal.

"Tiga teroris narkoba di atas kapal pertama tewas dalam pertempuran awal," demikian pernyataan USSOUTHCOM yang diunggah di platform X, seperti dikutip AFP, Jumat (2/1/2025). Militer AS mengklaim kapal-kapal tersebut dioperasikan oleh "Organisasi Teroris yang Ditunjuk," tanpa mengungkap identitas kelompok dimaksud.


Dalam video yang menyertai pernyataan itu, terlihat tiga kapal berlayar beriringan sebelum dihantam serangkaian ledakan. Militer AS menyebut awak di dua kapal lainnya melompat ke laut sebelum kapal mereka ditenggelamkan dalam serangan lanjutan.

"Para teroris narkoba yang tersisa meninggalkan dua kapal lainnya, melompat ke laut dan menjauhkan diri sebelum pertempuran lanjutan menenggelamkan kapal mereka masing-masing," lanjut pernyataan tersebut.

Militer AS mengatakan telah menginformasikan Penjaga Pantai untuk mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai nasib para awak yang melompat ke laut. Lokasi pasti serangan juga tidak diungkap, meski operasi serupa sebelumnya dilakukan di wilayah Karibia dan Pasifik timur.

Sejak September lalu, AS telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat. Namun, militer tidak mempublikasikan bukti konkret bahwa kapal-kapal tersebut memang terlibat langsung dalam perdagangan narkoba.

Langkah ini menuai kritik dari pakar hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia. Mereka menilai serangan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.

"Jika yang menjadi sasaran adalah warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai pembunuhan di luar proses hukum," ujar seorang pengamat hukum internasional yang dikutip media setempat.

Dalam konteks geopolitik, kampanye ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menuduh pemerintahan Maduro menjalankan kartel narkoba berskala besar.

Maduro membantah keras tuduhan tersebut. Ia menuding Washington menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk melemahkan pemerintahannya dan mengincar cadangan minyak besar Venezuela.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Pertimbangkan Jual atau Simpan Minyak Sitaan Venezuela