MARKET DATA

Media Asing Sorot Banjir & Longsor RI-Tetangga, Ungkap Jumlah Korban

pgr,  CNBC Indonesia
30 November 2025 06:15
Korban tewas akibat banjir bandang di Thailand bagian selatan terus saat ini mencapai 33 orang. Pihak berwenang menyebutkan hal ini karena hujan deras yang berlangsung terus menerus, Jumat (28/11/2025). (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)
Foto: Korban tewas akibat banjir bandang di Thailand bagian selatan terus saat ini mencapai 33 orang. Pihak berwenang menyebutkan hal ini karena hujan deras yang berlangsung terus menerus, Jumat (28/11/2025). (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah media asing turut menyoroti bencana alam yang terjadi di Asia Tenggara. Khusunya di Sumatra Utara, Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Mengutip beberapa media asing seperti misalnya The Guardian, menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah negara tersebut sudah melebihi 460 orang, khususnya pada Sabtu (29/11/2025).

Media ini menyebutkan, hujan muson yang deras melanda wilayah luas di ketiga negara tersebut dalam sepekan ini. Selain menewaskan ratusan orang, ribuan lainnya terpaksa mengungsi, bahkan, banyak di antaranya berada di atap rumah menunggu evakuasi.

"Tim penyelamat di Indonesia kesulitan mencapai daerah-daerah terparah di Pulau Sumatra, di mana setidaknya 303 orang tewas dan 279 orang masih hilang. Tim penyelamat di Sumatra Utara menemukan 31 jenazah lagi pada Sabtu," kata juru bicara kepolisian Provinis Sumatra Utara, dikutip The Guardian, Minggu (30/11/2025).

Mengutip AFP, melalui BMKG mencatat terdapat 61 korban tewas dan 90 orang lainnya hilang di Sumatra Barat. Adapun di Provinsi Aceh, jumlah korban tewas mencapai setidaknya 35 orang.

Adapun lebih dari 3.500 polisi dikerahkan untuk mencari orang-orang yang masih hilang dan membantu mendistribusikan bantuan kepada lebih dari 28.400 orang yang mengungsi ke tempat penampungan sementara pemerintah di seluruh provinsi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan, sekitar 80.000 orang telah dievakuasi dan ratusan orang masih terperangkap di tiga provinsi di Pulau Sumatra.

Bencana di Thailand

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Thailand mencatat, di Thailand, lebih dari 1,4 juta rumah tangga - 3,8 juta orang - terdampak banjir pada Sabtu (29/11/2025).

Di selatan Thailand, ketinggian air mencapai 3 meter di Provinsi Songkhla dan menewaskan setidaknya 145 orang dalam banjir terparah dalam satu dekade.

Jumlah korban tewas di delapan provinsi di negara itu telah meningkat menjadi 162, kata pemerintah pada Sabtu.

Pekerja di sebuah rumah sakit di Hat Yai yang terdampak parah memindahkan jenazah ke truk pendingin setelah ruang mayat melebihi kapasitas.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengunjungi tempat penampungan pengungsi di distrik tersebut pada Jumat dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengakui kelemahan pemerintah dalam pengelolaan banjir.

"Saya benar-benar harus meminta maaf kepada mereka karena hal ini terjadi selama saya menjabat sebagai perdana menteri," katanya dalam rekaman yang ditayangkan di AmarinTV.

"Langkah selanjutnya adalah mencegah situasi semakin memburuk," tambahnya, sambil mengumumkan batas waktu dua minggu untuk pembersihan di distrik tersebut.

Pemerintah Thailand meluncurkan langkah-langkah bantuan bagi korban banjir, termasuk kompensasi hingga 2 juta baht ($62.000, £46.800) bagi rumah tangga yang kehilangan anggota keluarga.

Mengutip Reuters, seorang korban banjir, Amphorn Kaeophengkro, mengatakan bahwa dia dan tujuh anggota keluarganya menghabiskan 48 jam di atas meja, bingkai jendela, dan mesin cuci di lantai dua rumahnya di kota Hat Yai, yang menerima 335 mm (13 inci) hujan pada Jumat lalu - rekor harian tertinggi dalam 300 tahun.

"Kami tidak memikirkan hal lain selain bertahan hidup," kata wanita berusia 44 tahun itu kepada Reuters di bawah cahaya lilin, saat keluarganya mulai membersihkan rumah mereka setelah air surut.

Bencana Malaysia

Dua orang tewas di Malaysia akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang membuat sebagian wilayah utara negara bagian Perlis terendam air.

Musim hujan tahunan, biasanya antara Juni dan September, sering membawa hujan deras, memicu longsor dan banjir bandang.

Badai tropis memperparah kondisi, dan korban jiwa di Indonesia dan Thailand termasuk yang tertinggi dalam banjir di negara-negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan iklim telah mempengaruhi pola badai, termasuk durasi dan intensitas musim, menyebabkan hujan lebat, banjir bandang, dan hembusan angin yang lebih kuat.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Media Asing Tiba-Tiba Sorot Sumatera RI, Jadi Masalah di Malaysia


Most Popular