MARKET DATA

Petaka Cuaca Ekstrem, 74 Orang Meninggal di Agam Sumbar

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 November 2025 12:35
Tim penyelamat membawa kantong jenazah korban di daerah yang dilanda banjir bandang, menyusul hujan lebat di Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia, 27 November 2025. (REUTERS/Stringer)
Foto: Tim penyelamat membawa kantong jenazah korban di daerah yang dilanda banjir bandang, menyusul hujan lebat di Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia, 27 November 2025. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jumlah korban tewas akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor juga terus bertambah.

Update terbaru dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 74 orang meninggal dunia akibat bencana cuaca ekstrem. Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim gabungan hingga hari ini, Sabtu (29/11).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal dunia per 28 November 2025, pukul 20.00 WIB sebanyak 74 orang yang tersebar di 5 kecamatan. Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 27 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 21 orang sudah teridentifikasi nama korban, sedangkan 6 lain masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu korban lain teridentifikasi di wilayah Kecamatan Palembayan dari Kampung Tangah korban meninggal yang teridentifikasi sebanyak 7 orang, Kampung Tanggah Timur 9 orang dan Subarang Ala 17 orang.

Di kecamatan lain, dengan rincian Kecamatan Malalak 10 orang, Tanjung Raya 2 orang, Palupuh 1 orang dan Matur 1 orang. Korban meninggal dunia di wilayah tersebut sudah teridentifikasi nama oleh petugas.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Agam merilis 78 orang lainnya masih belum ditemukan. Jumlah korban hilang di Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang, sedang di Kecamatan Malalak 7 orang dan Tanjung Raya 2 orang.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hujan Pecah Rekor! Banjir Bandang Menggila, Puluhan Tewas Tersapu Air


Most Popular