MARKET DATA
Internasional

Petaka Banjir Menggila, Warga Terjebak di Atap Rumah-46 Tewas

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 November 2025 12:00
Seorang pria mengarungi jalan yang terendam banjir setelah hujan deras di Wellampitiya, Sri Lanka, 28 November 2025. (REUTERS/Thilina Kaluthotage)
Foto: Seorang pria mengarungi jalan yang terendam banjir setelah hujan deras di Wellampitiya, Sri Lanka, 28 November 2025. (REUTERS/Thilina Kaluthotage)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sedang menghadapi kondisi berduka, akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang menimpa Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Fenomena cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dahsyat bukan cuma terjadi di Indonesia. Sri Lanka sedang menghadapi bencana serupa akibat Siklon Ditwah yang melanda wilayah utara.


Per Jumat (28/11) waktu setempat, sebanyak 46 orang tewas dan 23 orang hilang di tengah banjir yang meluas di Sri Lanka. Sementara itu, hujan deras dan angin kencang diprakirakan akan menyebabkan banjir yang lebih banyak dalam beberapa jam ke depan, dikutip dari Reuters, Sabtu (29/11/2025).

Sebagian besar kematian disebabkan tanah longsor yang dipicu curah hujan lebih dari 300 mm (12 inci) di wilayah timur dan tengah, menurut para pejabat setempat.

Hampir 44.000 orang terkena dampak di seluruh Sri Lanka. Banyak yang mencari perlindungan di sekolah dan tempat penampungan umum, menurut Pusat Manajemen Bencana (DMC).

Departemen Irigasi mengatakan pihaknya memperkirakan banjir yang telah melanda banyak wilayah di Sri Lanka selatan dan timur, termasuk banyak bagian ibu kota, Kolombo, akan menyebar lebih jauh.

Bursa Efek Kolombo menghentikan perdagangan lebih awal, dan layanan sekolah serta kereta api tetap ditangguhkan. Militer dan polisi mengoordinasikan evakuasi, termasuk evakuasi melalui udara untuk 13 orang yang terjebak di sebuah jembatan di Polonnaruwa, 220 km timur laut Kolombo, kata angkatan udara.

Beberapa keluarga dilaporkan terjebak di atap rumah. Seorang pria terdampar di atas pohon kelapa. Mereka dilarikan ke tempat aman, tampak dari rekaman angkatan udara yang dirilis ke media.

Hujan deras mengganggu operasional di Bandara Internasional Bandaranaike (BIA) Kolombo, memaksa pengalihan 15 penerbangan ke bandara-bandara termasuk Trivandrum dan Cochin di India selatan, kata Layanan Bandara dan Penerbangan Sri Lanka.

India mengirimkan 6,5 metrik ton bantuan pangan untuk membantu upaya pemulihan, Komisi Tinggi India di Kolombo mengatakan saat Siklon Ditwah bergerak melintasi Sri Lanka menuju India selatan.

Lebih dari 20.000 polisi dan militer meningkatkan evakuasi di beberapa kota termasuk pinggiran kota terbesar Sri Lanka, Kolombo, setelah pihak berwenang memperingatkan akan naiknya banjir.

"Angin kencang memperburuk banjir. Kami memindahkan perabotan dari dua rumah di dekatnya ke tempat yang lebih aman, dan sekarang saya akan pergi ke tempat penampungan untuk tinggal bersama keluarga saya yang lain," kata Mohammed Rumy, seorang warga berusia 70 tahun dari pinggiran kota Wellampitiya, Kolombo.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Topan Kajiki "Gulung" Tetangga RI, Picu Banjir dan Longsor Dahsyat


Most Popular