East Japan International Travel Service, yang nama Mandarinnya "Shanyou Japan" berarti "Wisata Berbudi Luhur Jepang", didirikan sekitar tahun 2008, dan telah melewati berbagai krisis, mulai dari sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu ketika hubungan Jepang-Tiongkok mencapai titik terendah pada tahun 2012, dan pandemi virus corona pada tahun 2020. Namun, menurut Yu, dengan iklim dan pasar saat ini, jika terus berlanjut seperti ini, bisnis mereka tidak akan berkelanjutan.REUTERS/Issei Kato