Tindak Tegas Kerusuhan & Penjarahan, Ini Arahan Lengkap Prabowo

vns, CNBC Indonesia
31 August 2025 20:13
Keterangan Pers Menteri Pertahanan, Kantor Presiden, 31 Agustus 2025. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Keterangan Pers Menteri Pertahanan, Kantor Presiden, 31 Agustus 2025. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto baru saja memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Dalam kesempatan itu, kepala negara memberikan arahan penting untuk para jajarannya terkhusu Polri, TNI hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang ditugaskan untuk menyampaikan hasil sidang mengungkapkan Presiden saat ini terus memantau perkembangan situasi yang ada di seluruh wilayah Indonesia, terutama di DKI Jakarta.

"Teman-teman sebangsa dan setanah air saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi hasil dari sidang paripurna kabinet merah putih yang baru saja kita selesaikan dan diutamakan untuk disampaikan," ujar Sjafrie dalam Konferensi Pers, Minggu (31/8/2025).

Tugas TNI & Polri

Menurut dia, dalam arahan tersebut, Presiden memberikan penekanan pentingnya soliditas antara TNI dan Polri. Keduanya diharapkan dapat terus bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, dengan memperhatikan faktor keamanan yang dialami oleh individu, pejabat, maupun institusi negara, Presiden menugaskan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah tegas. Khususnya terhadap kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum seperti perusakan fasilitas umum hingga penjarahan.

"Presiden memberi penegasan agar semua tindakan-tindakan pelanggaran yang bersifat kriminal baik itu dalam bentuk perusakan benda fasilitas umum dan harta milik pribadi supaya dilakukan suatu penindakan tegas dan secara hukum," ujarnya.

Presiden menekankan apabila terjadi hal-hal yang menyangkut keselamatan pribadi maupun rumah pejabat yang menjadi sasaran para penjarah, ia meminta aparat untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas.

"Polri dan TNI akan bersikap tegas terhadap semua hal hal yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengganggu kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Tugas BIN

Di sisi lain, Presiden juga menugaskan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk terus memantau situasi intelijen dan segera melaporkan kepada Presiden setiap ada dinamika yang muncul di lapangan.

Tugas Mendagri

Kemudian, menugaskan Menteri Dalam Negeri untuk terus berkoordinasi dan mengendalikan jalannya pemerintahan di daerah, serta mencermati perkembangan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, Panglima TNI bersama para kepala staf angkatan darat, laut, dan udara diminta untuk terus memelihara keamanan di wilayah nasional, serta melakukan langkah-langkah pengamanan dan penertiban terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Kerjasama Jaksa Agung

Sementara, Kepala Kepolisian RI ditugaskan untuk terus bekerja sama dengan Jaksa Agung dalam mempercepat proses penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi di seluruh wilayah nasional.

"Ini adalah pesan yang perlu saya sampaikan atas petunjuk Bapak Presiden agar ini diketahui dan dipahami seluruh masyarakat Indonesia. Bapak Presiden akan selalu serta rakyat dan selalu bersama sama rakyat dalam rangka memperjuangkan rakyat bersama dukungan TNI dan juga Polri dan bersama sama seluruh ormas yang ada di wilayah kita," katanya.


(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perdana! Prabowo Resmikan Proyek Minyak Nasional

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular