
Jepang Siapkan Skenario Terburuk Erupsi Gunung Fuji

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Metropolitan Tokyo merilis video simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan potensi letusan Gunung Fuji. Langkah ini dilakukan untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Vulkanik sekaligus mempersiapkan 37 juta penduduk Tokyo Raya menghadapi skenario terburuk.
Gunung Fuji, yang terakhir kali meletus pada 1707, digambarkan dalam video tersebut dapat menyemburkan abu vulkanik hingga mencapai pusat kota Tokyo, yang jaraknya sekitar 100 kilometer, dalam hitungan jam. Dampaknya, transportasi bisa lumpuh, pasokan makanan dan listrik terganggu, hingga menimbulkan risiko masalah pernapasan jangka panjang.
"Letusan dapat terjadi kapan saja, tanpa peringatan. Karena itu, warga perlu membekali diri dengan fakta dan bersiap menghadapi bencana dalam kehidupan sehari-hari," tulis pesan penutup dalam video, dikutip CNA dan AP, Jumatr (29/8/2025) dengan visual simulasi bahkan menunjukkan dapur keluarga penuh makanan kaleng dan kotak P3K sebagai contoh kesiapan darurat.
Meski begitu, pemerintah Metropolitan Tokyo menegaskan tidak ada tanda-tanda Gunung Fuji akan meletus dalam waktu dekat. "Simulasi ini dirancang untuk membekali warga dengan pengetahuan akurat dan langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat mereka ambil jika terjadi keadaan darurat," bunyi pernyataan resmi.
Publik kemudian menanggapi video tersebut dengan beragam reaksi. Beberapa warga justru diliputi kecemasan, sementara ada warga yang langsung mengambil langkah antisipasi dengan membeli perlengkapan darurat.
Pemerintah Jepang memastikan belum menerima keluhan resmi terkait video simulasi tersebut. Sementara itu, Profesor Universitas Tokyo sekaligus pakar komunikasi risiko, Naoya Sekiya, menekankan bahwa simulasi bencana sudah lama menjadi bagian dari perencanaan nasional.
"Waktunya tidak terlalu penting. Simulasi tidak berarti Fuji akan meletus sekarang," jelasnya.
Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem manajemen bencana paling cermat di dunia, karena posisinya yang rawan terhadap gempa bumi, topan, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung berapi. Dari sekitar 1.500 gunung berapi aktif di dunia, 111 di antaranya berada di Jepang yang terletak di kawasan Ring of Fire Pasifik.
(tfa/șef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Jepang Catat Surplus Dagang di Maret 2025
