Internasional

Sendiri di Puncak Beku, Pendaki Rusia Tak Lagi Terdeteksi Hidup

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 06:05 WIB
Foto: Kyrgyzstan mountain (Dok: Travel Land)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kisah tragis datang dari dunia pendakian. Seorang pendaki asal Rusia, Natalia Nagovitsyna (47), tak lagi terdeteksi hidup setelah lebih dari dua pekan terjebak sendirian di Puncak Kemenangan (Victory Peak/Jengish Chokusu), gunung tertinggi di Kyrgyzstan dengan ketinggian 7.439 meter.

Badan keamanan Kyrgyzstan pada Rabu (27/8/2025) menyatakan pencarian melalui drone dengan pencitraan termal di sekitar lokasi terakhir Nagovitsyna tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Berdasarkan analisis data yang diperoleh serta mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan karakteristik area tersebut, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang ditemukan," tulis pernyataan resmi badan keamanan Kyrgyzstan, seperti dikutip CBS News.


Sebelumnya, drone sempat merekam tanda-tanda kehidupan Nagovitsyna pada Selasa pekan lalu. Namun, ketika pemantauan ulang dilakukan pada Kamis, tidak ada lagi aktivitas yang terdeteksi.

Nagovitsyna dilaporkan patah kaki saat mendaki di ketinggian sekitar 7.000 meter. Ia bertahan lebih dari dua pekan di dalam tenda oranye kecil yang rusak akibat angin kencang, dengan suhu udara musim panas yang bisa turun hingga minus 20 derajat Celsius.

Seorang pendaki Italia, Luca Sinigaglia, bahkan tewas pada 15 Agustus ketika mencoba melakukan penyelamatan terhadapnya. Sementara upaya lain, termasuk menggunakan helikopter, terpaksa gagal akibat cuaca buruk dan kondisi fisik tim penyelamat yang drop di ketinggian ekstrem.

"Belum pernah ada evakuasi yang berhasil dilakukan di ketinggian seperti itu di Puncak Kemenangan," kata seorang pakar pendakian yang dikutip The London Times.

Puncak Kemenangan berada di pegunungan Tian Shan, perbatasan Kyrgyzstan-China, dan dikenal sebagai salah satu medan pendakian paling berbahaya di Asia Tengah.

Kisah pilu ini juga mengingatkan publik pada peristiwa 2021, ketika suami Nagovitsyna, Sergei, meninggal karena stroke saat mendaki Khan Tengri (7.010 meter) di Kazakhstan. Kala itu, Nagovitsyna sempat menjadi sorotan media Rusia karena menolak meninggalkan suaminya di gunung.

Tragedi pendakian di kawasan ini memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Awal Agustus, seorang pendaki asal China tewas akibat tertimpa batu di K2, puncak tertinggi kedua di dunia. Sementara pada Juli, pendaki Jerman sekaligus peraih emas Olimpiade, Laura Dahlmeier, meninggal dunia saat mencoba menaklukkan puncak lain di wilayah tersebut.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Neraka Bocor Hantam Iran - Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi