Foto udara menjukkan angkatan Laut AS dan Jepang mengadakan latihan bersama di Laut Filipina minggu ini, untuk unjuk kekuatan seiring meningkatnya ketegangan dengan China dan Korea Utara. (Dok: Commander, U.S.)
Latihan ini dilaksanakan sesuai dengan hukum internasional di perairan internasional, menampilkan partisipasi CSG Angkatan Laut A.S., dipimpin oleh kapal andalan mereka USS Carl Vinson (CVN 70) dari CSG-1, USS Theodore Roosevelt (CVN 71) dari CSG-9, dan Helikopter perusak kelas Hyuga JMSDF JS Ise (DDH 182). (Dok: Commander, U.S.)
A.S. memiliki 11 kapal induk dan mengerahkan dua kapal induk untuk mengikuti latihan merupakan hal yang tidak lazim. USS Carl Vinson dan USS Ronald Reagan merupakan kapal induk kelas Nimitz, masing-masing memiliki sekitar 5.000 anak buah kapal dan lebih dari 60 pesawat terbang, termasuk pesawat tempur F/A-18 dan F-35. (Dok: Commander, U.S.)
Pertempuran dan operasi maritim yang terkoordinasi di Laut Filipina adalah bagian dari latihan rutin Angkatan Laut A.S. di Indo-Pasifik. Pasukan angkatan laut A.S., dengan jaringan mitra dan aliansi sangat diperlukan untuk memastikan keamanan maritim dan arus perdagangan yang sah tanpa hambatan di kawasan. (Dok: Commander, U.S.)
Latihan ini juga menangkal musuh potensial di berbagai kawasan secara bersamaan, demikian ungkap Patrick Cronin, ketua keamanan Asia-Pasifik di Hudson Institute, wadah pemikir yang berkantor pusat di Washington, D.C. (Dok: Commander, U.S.)