Jokowi: Kita Berdebat Berhari-hari Soal Lockdown atau Tidak!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
20 March 2023 09:48
Presiden Jokowi serahkan penghargaan penanganan Covid-19, Jakarta, (20/3/2023). (Tangkapan layar youtube Setpres RI) Foto: Presiden Joko Widodo dalam acara penghargaan PPKM Award 2023 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Senin (20/3/2023). (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo menghadiri acara penghargaan PPKM Award 2023 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Senin (20/3/2023). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengenang masa-masa awal pandemi yang turut diawali perdebatan perlu atau tidak lockdown.



Mulanya, kepala negara mengenang ketika Covid-19 masuk ke Indonesia tiga tahun lalu, semua merasakan dan bekerja keras menyelamatkan masyarakat.

"Kita harus mengevakuasi WNI kita yang terkena Covid-19 di negara-negara yang terkena wabah saat itu, awal-awal," ujar Jokowi.

"Kita juga harus menyiapkan karantina dan kita harus menyiapkan fasilitas kesehatan, dan juga kita harus menyiapkan bantuan sosial kepada masyarakat yang kehilangan penghasilan," lanjutnya.

Menurut Jokowi, saat itu semua negara belum memiliki pengetahuan dan pengalaman apapun mengenai Covid-19.

"Bapak ibu pasti ingat, kita berdebat berhari-hari mengenai lockdown atau tidak lockdown. Secara nasional atau secara terbatas di kabupaten/provinsi," katanya.

"Karena apa? Memang kita belum memiliki pengalaman mengenai pandemi ini semuanya. Jadi kalau ada perdebatan itu saya nilai wajar," lanjutnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, saat itu tidak ada yang tahu kebijakan yang tepat dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, Jokowi mengaku mendengar semua pendapat.

"Semua kritikan saya dengarkan, semua masukan saya dengarkan, dari siapapun," ujar Jokowi.

Kepala negara lantas bercerita menelepon negara-negara yang terlebih dahulu terkena pandemi Covid-19. Tujuannya adalah belajar.

"Kita harus belajar yang sudah terjadi, kita belajar tapi yang dimintai pendapat juga sama, mereka juga baru belajar. Belajar pada orang yang juga baru belajar," kata Jokowi.

Eks wali kota Solo itu bilang ketika itu pemerintah harus memutuskan keputusan yang tepat untuk menjamin keselamatan rakyat. Sesuatu yang tidak mudah.

"Tidak mudah. Suasananya selalu awal-awal mencekam, kejadian besok apa, kejadian bulan depan apa, tidak bisa dihitung dan tidak bisa diprediksi bagaimana ekonomi kita, tidak bisa diprediksi," ujar Jokowi.

"Saya tidak perlu mengulang cerita dan bapak ibu adalah bagian dari kerja keras bagian perjuangan yang telah kita lakukan," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Video: Kemenkes Ungkap Alasan Jokowi Cabut PPKM


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading