Internasional

Awas Kanada Ngamuk ke China, Ada Apa Lagi Trudeau-Xi Jinping?

News - sef, CNBC Indonesia
07 March 2023 11:40
Canada's Prime Minister Justin Trudeau arrives ahead of an emergency meeting of leaders at the G20 summit following the overnight missile strike by a Russian-made rocket on Poland, on November 16, 2022, in Bali, Indonesia.  Leon Neal/Pool via Reuters Foto: via REUTERS/POOL

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanada dilaporkan kembali 'berang' ke China. Negeri itu bahkan tengah melakukan penyelidikan khusus terhadap Beijing.

Hal ini diungkap Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, Senin (6/3/2023) waktu setempat. Ada dugaan China ikut campur dalam pemilu negeri itu.

Dugaan itu mengikuti laporan dari media Kanada yang mengutip sumber anonim. "Ada skema yang dijalankan oleh China untuk ikut campur dalam pemilu Kanada pada 2021 dan 2019," bunyi laporan itu.

Ini lalu memicu jejak pendapat warga. Di mana mayoritas ingin Trudeau menanggapi dugaan itu.

"Saya akan menunjuk pelapor khusus independen, yang akan memiliki mandat luas dan membuat rekomendasi ahli untuk memerangi campur tangan dan memperkuat demokrasi kita," kata Trudeau kepada wartawan dalam konferensi pers, dikutip Reuters, Selasa.

"Pelapor merupakan orang Kanada terkemuka dan akan memiliki kekuatan untuk membuat rekomendasi tentang campur tangan asing termasuk penyelidikan publik," tegas Trudeau.

Bukan hanya itu, parlemen Kanada juga akan melakukan penyelidikan tersendiri melalui Komite Keamanan Nasional dan Intelijen Parlemen Kanada (NSICOP). Trudeau juga menambahkan meminta badan pengawasan lain, National Security and Intelligence Review Agency (NSIRA), untuk meninjau kembali bagaimana badan keamanan nasional di negeri itu menangani ancaman campur tangan asing.

"Bersama-sama, langkah-langkah ini akan memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi dalam dua pemilihan terakhir, bagaimana pemerintah asing mencoba untuk ikut campur, bagaimana badan keamanan di Kanada menanggapi ancaman campur tangan dan bagaimana informasi mengalir di seluruh pemerintahan," jelasnya lagi.

China sendiri membantah tuduhan itu. Namun hubungan kedua negara memang terlanjur panas sejak akhir 2018.

Kala itu, polisi Kanada menahan seorang eksekutif perusahaan teknologi China Huawei Technologies. Ini kemudian dibalas Beijing dengan menangkap dua warga Kanada atas tuduhan mata-mata.

Ketegangan sedikit mereda saat ketiganya dibebaskan pada 2021. Namun saat pertemuan G20 Bali akhir 2022, baik Trudeau dan Presiden China Xi Jinping juga tertangkap kamera terlibat adu argumen soal pemberitaan yang muncul di media.

Canada's Prime Minister Justin Trudeau speaks with China's President Xi Jinping at the G20 Leaders' Summit in Bali, Indonesia, November 16, 2022.  Adam Scotti/Prime Minister's Office/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.Foto: via REUTERS/ADAM SCOTTI/PMO
(Adam Scotti/Prime Minister's Office/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Xi Jinping 'Marah' ke PM Kanada, Ini Arti dan Dampaknya


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading