Internasional

Ramai Negara Mau Boikot IKEA CS soal Bakar Alquran, Ada RI?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
26 January 2023 13:02
FILE PHOTO: Flags and the company's logo are seen outside of an IKEA Group store in Spreitenbach, Switzerland April 27, 2016. REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo Foto: IKEA (REUTERS/Arnd Wiegmann)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produk-produk asal Swedia kini terancam di boikot. Ini akibat insiden pembakaran kitab suci umat Muslim Alquran, oleh politisi sayap kanan Swedi-Denmark, Rasmus Paludan, akhir pekan lalu.

Paludan melakukan tindakan tersebut di depan Kedutaan Turki. Ini sebagai reaksi mengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang ia sebut menyudutkan posisi Swedia terkait pendaftaran NATO.

Perlu diketahui, Turki adalah negara NATO yang masih menentang bergabungnya Swedia ke aliansi karena sejumlah hal, di antaranya "dukungan" ke kelompok Kurdi, yang dianggap Ankara pemberontak. Padahal untuk menjadi anggota NATO, Swedia harus mendapat persetujuan 30 anggota aliansi.

Aksi Paludan menimbulkan gelombang protes di sejumlah negara mayoritas Muslim, termasuk seruan boikot. Lalu, negara mana saja?

Turki hingga Pakistan

Aksi protes di Turki sudah dimulai sejak awal Minggu. Bukan hanya membakar bendera nasional Swedia, dikutip dari Opindia, boikot juga muncul.

Di media sosial tagar #BoycottSwedenBrands juga muncul, mengarah ke nama-nama seperti H&M, IKEA, Skyep, Volvo, Ericsson hingga Nordea. Hal sama juga terjadi di Yaman, Iran, hingga Yordania dan Pakistan.



Kuwait

Seruan boikot juga muncul di Kuwait, Selasa. Dalam sebuah sesi, 41 anggota parlemen menghimbau boikot setelah koperasi negara melakukan seruan yang sama, Senin.

"Kami mengutuk pemerintah Swedia karena memberikan izin untuk melakukan tindakan tersebut," ujar pernyataan bersama itu dikutip Middle East Monitor.

"Menghimbau semua anggota parlemen di dunia untuk memboikot pemerintah Swedia dan semua pemerintah yang tidak menghormati nilai-nilai suci umat Islam," tambahnya.

Mesir

Seruan boikot juga datang dari Mesir, Rabu. Ini dilakukan lembaga Islam terkemuka, Al-Azhar.

Bukan hanya Swedia, boikot juga disuarakan ke Belanda. Pasalnya aksi Paludan diikuti sehari setelahnya oleh politisi Belanda Edwin Wagensveld, yang membagikan video aksi provokatif merobek-robek Alquran di depan gedung parlemen di Den Haag.

"Al-Azhar Mesir menyebut penodaan itu sebagai pelanggaran bagi umat Islam dan mengatakan boikot kedua negara akan menjadi tanggapan yang tepat bagi pemerintah yang melindungi kejahatan biadab di bawah panji tidak manusiawi dan tidak bermoral yang mereka sebut kebebasan berekspresi," tulis media Timur Tengah, Arab News.



Mauritania

Seruan boikot terbaru juga datang dari negara mayoritas Muslin di Afrika, Mauritania. Salah satu tokoh ulama di sana, Mohamed El-Hassan Ould-Dedew menyerukan hal itu.

Ia mengatakan bahwa barang-barang Swedia dan Swedia sendiri, harus diboikot. Al-Dedew pun mengajak negara Islam memutuskan hubungan dengan pemerintah Swedia sampai permintaan maaf resmi muncul.

"Ungkapan simpati pemerintah Swedia kepada umat Islam tidak cukup karena realitas mempercayainya," katanya dikutip Middle East Monitor.

"Muslim harus memboikot semua produk Swedia sampai mereka meminta maaf," tegasnya.

"Meminta maaf karena mengizinkan protes ekstremis sayap kanan Denmark Rasmus Paludan untuk terus berlanjut," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Orang Denmark Bakar Al-Qur'an, Gereja Ortodoks Buka Suara!


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading