Harga BBM Turun Lagi 1 Februari? Segini Perkiraannya..

News - pgr, CNBC Indonesia
26 January 2023 09:55
Sejumlah warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Menteng Dalam, Jakarta, Sabtu (21/1/2023). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto) Foto: Sejumlah warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Menteng Dalam, Jakarta, Sabtu (21/1/2023). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) biasanya akan menyesuaikan harga BBM per tanggal 1. Nah, untuk 1 Februari 2023 ini, diperkirakan harga BBM khususnya BBM non subsidi seperti Pertamax Cs yang dijual oleh PT Pertamina (Persero) akan mengalami penurunan.

Turunnya harga BBM pada 1 Februari ini dipengaruhi atas kecenderungan turunnya harga minyak mentah dunia dan juga menguatnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu pagi ini (25/1/2023), harga minyak mentah dunia jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2023 berada di level US$ 86,54 per barel. Sementara harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman yang sama berada di level US$ 80,43 per barel.

Sedangkan melansir data Refinitiv, kurs Rupiah terpantau semakin menguat lebih dari 1% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.885/US$ pada Selasa (24/1/2023) kemarin. Level tersebut merupakan yang terkuat sejak 15 September 2022.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira memperkirakan, melihat kondisi harga minyak mentah dunia saat ini dan juga kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sebagai faktor penentu harga BBM, maka ada kecenderungan harga akan mengalami penurunan.

"Kalau (BBM) non subsidi perkiraan akan turun karena variabel pembentuk harga keekonomian juga turun. Minyak mentah yang berada di kisaran US$ 80 per barel dan kurs Rupiah yang lebih menguat jadi faktor utama tren harga BBM non subsidi turun pada Februari,"

Perkiraan harga turun BBM non subsidi ini merupakan hal yang positif, Bhima menyebutkan hal ini juga bisa menjadi pergerakan ekonomi pasca pencabutan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh pemerintah. "Tentu ini positif ya bagi gerak ekonomi paska pencabutan PPKM," tandasnya.

Menurutnya, harga keekonomian BBM Pertamax (RON 92) bisa turun di kisaran harga Rp 11.900 per liternya. "Pertamax bisa di bawah 11.900 per liter," ucap Bhima.

Selain itu, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi juga diharapkan bisa mengalami penurunan harga. Bhima mengungkapkan hal tersebut menimbang beban subsidi yang turut berkurang karena harga minyak mentah dunia yang turun dan kurs Rupiah yang menguat.

Berdasarkan perhitungannya, harga keekonomian BBM Pertalite bisa menyentuh harga Rp 8.000 per liter, sedangkan Solar subsidi di kisaran harga Rp 5.500 per liter.

Pemerintah juga sudah mendapatkan "durian runtuh" akibat krisis energi global. Bhima menilai hal tersebut menjadikan adanya tambahan belanja subsidi BBM yang bisa menjadikan redistribusi pendapatan ke masyarakat miskin.

"Pertama, harga minyak turun dan Rupiah menguat yang berarti beban subsidi BBM berkurang dibanding 2022. Kedua, Pemerintah mendapatkan windfall pendapatan yang besar saat terjadi krisis energi global, artinya tambahan belanja subsidi bbm bisa memberi redistribusi pendapatan ke masyarakat miskin," ujarnya.

Dengan begitu, Bhima menilai penurunan harga BBM bersubsidi diharapkan bisa menjadi stimulus bagi ekonomi agar semakin pulih dan menurunkan laju inflasi. "Ketiga, sebagai stimulus agar gerak ekonomi semakin cepat pulih sekaligus menurunkan laju inflasi," pungkasnya.

Secretary Corporate PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan pihaknya masih melakukan review atas pergerakan harga minyak mentah dunia yang melandai dan penguatan kurs Rupiah terhadap dollar. Oleh sebab itu, dia belum dapat memastikan apakah harga minyak akan mengalami penurunan pada Februari mendatang.

"Melihat tren harga minyak, MOPS maupun kurs. Ini yang kami review. Kita tunggu hasil reviewnya ya," kata Irto kepada CNBC Indonesia, Rabu (25/1/2023).

Seperti diketahui, Badan usaha penyedia BBM belum lama ini kompak menurunkan harga produk BBM-nya per 3 - 4 Januari 2023 lalu. Salah satunya yakni Pertamina.

Sebagai contoh, Pertamina menurunkan harga produk BBM non subsidi Pertamax Cs. Misalnya untuk harga Pertamax di DKI Jakarta turun Rp 1.100 per liter menjadi Rp 12.800 per liter dari sebelumnya Rp 13.900 per liter pada periode Desember 2022.

Sementara untuk Pertamax Turbo turun Rp 1.150 per liter menjadi Rp 14.050 per liter, dari sebelumnya Rp 15.200 per liter. Kemudian untuk produk Dexlite kini di banderol Rp 16.150 per liter, turun Rp 2.150 per liter dari sebelumnya Rp 18.300 per liter. Pertamina Dex di banderol Rp 16.750 per liter, turun Rp 2.050 per liter dari sebelumnya Rp 18.800 per liter.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan Kenapa Harga BBM Orang-orang Kaya Pada Turun


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading