Punya Penghasilan Rp 1 Miliar Sebulan, Berapa Bayar Pajaknya?

News - Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
24 January 2023 13:40
Suasana pelaporan SPT Tahunan Pajak di KPP Pratama Jakarta Palmerah, Kamis (31/3/2022). Batas akhir lapor SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi berakhir hari ini pada 31 Maret 2022. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Suasana pelaporan SPT Tahunan Pajak di KPP Pratama Jakarta Palmerah, Kamis (31/3/2022). Batas akhir lapor SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi berakhir hari ini pada 31 Maret 2022. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tata cara perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang terutang setiap tahunnya terhadap para karyawan tidak hanya langsung dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku. Terdapat banyak pengurang yang harus diperhitungkan terlebih dahulu, termasuk bagi wajib pajak yang penghasilannya mencapai Rp 1 miliar.

Dikutip dari penjelasan akun Facebook Kementerian Keuangan, penghitungan PPh Pasal 21 untuk orang yang memiliki penghasilan hingga Rp 1 miliar per bulan juga harus memperhitungkan tarif pajak progresif maupun Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP. PTKP ini tergantung status kawin maupun tanggungan.

Jika anda memiliki penghasilan hingga Rp 1 miliar per bulan, namun belum menikah serta tidak memiliki tanggungan, maka pajak yang harus dibayar setiap tahunnya sebesar Rp 3,87 miliar. Begini cara menghitungnya:

Bagi kamu yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 miar per bulan, maka pendapatan kotornya setahun adalah Rp 12 miliar, karena Rp 1 miliar dikalikan dengan 12 bulan. Lalu jumlah itu dikurangi dengan beberapa pengurang, diantaranya PTKP sebesar Rp 54 juta bagi karyawan yang belum menikah dan belum memiliki anak.

Selain PTKP, gaji bruto per tahun itu juga harus terlebih dahulu dikurangi dengan biaya jabatan. Biaya jabatan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.250/PMK.03/2008 dan besarannya adalah 5% dari penghasilan bruto. Namun, setinggi-tingginya sejumlah Rp 6.000.000 satu tahun atau Rp 500.000 per satu bulan.

Dengan demikian, setelah pendapatan bruto Rp 12 miliar dikurangi PTKP sebesar Rp 54 juta dan biaya jabatan Rp 6 juta, maka penghasilan bersih setiap tahunnya atau penghasilan kena pajaknya sebesar Rp 11,94 miliar. Setelah itu, baru total penghasilan kena pajaknya diperhitungkan dengan lapisan tarif pajak progresif PPh Pasal 21.

Untuk lapisan pertama gaji Rp0-60 juta kena tarif 5%, sehingga gaji yang Rp 60 jutanya dikalikan dengan 5% maka hasilnya menjadi Rp 3 juta. Kemudian, lapisan kedua, gaji Rp 60 juta-250 juta kena tarif 15% sehingga Rp 190 juta dikali dengan 15% menjadi Rp 28,5 juta.

Lapisan ketiga, untuk gaji lebih dari Rp 250 juta-500 juta kena tarif 25% sehingga total Rp 250 juta dikalikan dengan 25% menjadi Rp 62,5 juta. Lapisan keempat penghasilan Rp 500 juta-Rp 5 miliar kena tarif 30% sehingga nilai yang Rp 4,5 miliar nya dikali dengan 30% menjadi Rp 1,35 miliar. Lapisan kelima, penghasilan lebih dari Rp 5 miliar kena tarif Rp 35% sehingga sisanya yang Rp 6,94 miliar dikali 35% hasilnya Rp 2,42 miliar.

Dengan demikian, jika seluruh hasil lapisan tarif itu dijumlahkan maka total pajak penghasilan yang terutang setiap tahunnya menjadi Rp 3,87 miliar. Jumlah ini lebih rendah sebesar 32,37% jika penghitungan pajak penghasilan setahunnya yang Rp 12 miliar langsung dikalikan dengan tarif 35% menjadi Rp 4,2 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masuk Kategori Ini? Selamat Anda Tak Perlu Bayar Pajak


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading