Sebelum PHK Massal, Google Ternyata Cicil Bonus Karyawan

News - Hadijah Alaydrus, CNBC Indonesia
22 January 2023 19:05
FILE PHOTO: Google app is seen on a smartphone in this illustration taken, July 13, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration//File Photo Foto: Google (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi dunia, Google, tengah mendapatkan sorotan minggu ini. Pasalnya, induk perusahaan Google, Alphabet, akhirnya masuk dalam badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor teknologi. Raksasa teknologi dunia itu mengumumkan memangkas 12.000 pekerja atau 6% dari jumlah seluruh pegawainya.

Namun, sebelum pengumuman PHK ini, Google ternyata menunda sebagian cek bonus akhir tahun karyawan. Hal ini terungkap dalam dokumen yang diperoleh CNBC Internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, karyawan menerima bonus penuh pada bulan Januari. Kali ini, Google berencana membayar bonus karyawan tetap yang memenuhi syarat dengan menyicil. Pembayaran pertama sebesar 80% bulan Januari dan 20% sisanya pada bulan Maret atau April, kata dokumen tersebut.

Google menggambarkan pembayaran bulan Januari sebagai "uang muka". Manajemen mengatakan hal itu adalah bentuk perubahan dan hanya terjadi satu kali karena "transisi" dari sistem evaluasi karyawannya dan perubahan waktu untuk bonus di masa depan.

"Setelah 2023, bonus penuh akan dibayarkan pada bulan Maret," kata perusahaan dalam memo tersebut.

Setelah publikasi cerita ini, juru bicara Google mengatakan kepada CNBC melalui email, bahwa sistem pembayaran bonus sebesar 80% di muka hanya dilakukan satu kali ini dan telah dikomunikasikan secara luas kepada karyawan pada Mei 2022. "Ini sebagai bagian dari transisi ke garis waktu manajemen kinerja baru kami," ungkap juru bicara Google.

Pembayaran yang tertunda datang karena CEO Google Sundar Pichai berusaha untuk mengurangi biaya sambil tetap menghindari PHK massal. Tidak seperti rekan-rekan teknologi besar Meta, Microsoft dan Amazon, induk Google Alphabet sejauh ini telah menghindari pemutusan hubungan kerja yang signifikan dan berfokus pada menghilangkan produk dan grup yang tertinggal.

Namun, unit ilmu kesehatan Verily dari Alphabet sebelumnya mengatakan akan memangkas jumlah karyawan sebesar 15%, terhitung sekitar 240 kehilangan pekerjaan, dan perusahaan juga mengurangi staf di unit robotika Intrinsic.

Pada akhir tahun 2022, Alphabet membatalkan rilis laptop Google Pixelbook generasi berikutnya, memangkas dana untuk inkubator internal Area 120, dan mengatakan akan menutup layanan game digital Stadia. Pichai mengatakan pada bulan September lalu bahwa dia ingin membuat perusahaan 20% lebih efisien.

Sementara itu, Google telah merombak sistem peringkat kinerjanya. Perusahaan baru-baru ini merilis rincian baru, yang menunjukkan bahwa jumlah karyawan yang lebih besar akan lebih mudah jatuh ke dalam kategori yang berperingkat lebih rendah. Karyawan mengatakan mereka khawatir itu bisa digunakan sebagai cara untuk mengurangi jumlah pegawai tanpa melakukan PHK.

Staf juga menyatakan keprihatinannya dengan perubahan terbaru pada pembayaran bonus. Beberapa mengatakan kepada CNBC bahwa mereka tidak mengetahui penangguhan sebagian, dan mengatakan mereka menerima sedikit bantuan secara internal ketika mereka mencoba mencari jawaban.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Tsunami' PHK Hantam Raksasa AS, Google hingga Meta Kena!


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading