Jurnalis AS Meninggal di Piala Dunia Qatar, Diduga Dibunuh

News - Thea Arbar, CNBC Indonesia
10 December 2022 14:55
Wartawan Grant Wahl (kanan) bekerja di Pusat Media FIFA sebelum pertandingan Grup B Piala Dunia FIFA Qatar 2022 antara Wales dan USMNT di Stadion Ahmad Bin Ali pada 21 November 2022 di Al Rayyan, Qatar. Sebelumnya dia ditahan oleh petugas keamanan stadion karena mengenakan kaus berwarna pelangi sebelum kemudian diizinkan masuk ke stadion. (Doug Zimmerman/ISI Photos/Getty Images) Foto: Wartawan Grant Wahl (kanan) bekerja di Pusat Media FIFA sebelum pertandingan Grup B Piala Dunia FIFA Qatar 2022 antara Wales dan USMNT di Stadion Ahmad Bin Ali pada 21 November 2022 di Al Rayyan, Qatar. (Getty Images/Doug Zimmerman/ISI Photos)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wartawan sepak bola asal Amerika Serikat (AS) Grant Wahl meninggal saat meliput Piala Dunia 2022 di Qatar. Dia berpulang dalam usia 49 tahun.

Saat meliput kemenangan perempat final Argentina atas Belanda pada Jumat (9/12/2022), Wahl, pingsan di Lusail Iconic Stadium dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tidak jelas apakah dia meninggal di rumah sakit atau dalam perjalanan.

Menurut NPR, sebelum dilarikan ke rumah sakit, paramedis melakukan CPR di tempat kejadian. The Wall Street Journal mengatakan Wahl menderita serangan jantung.

Namun Eric, saudaranya, yakin kematiannya ada campur tangan dari pemerintah Qatar mungkin terlibat. Diketahui beberapa hari sebelum meninggal, Wahl sempat ditahan di Qatar pada 21 November oleh staf keamanan.

Ia ditahan setelah mengenakan kemeja pelangi untuk pertandingan pembukaan antara tim AS dan Wales. Ia mengenakan kaos tersebut menunjukkan dukungan untuk hak LGBTQ di Qatar, yang melarang hubungan sesama jenis.

"Nama saya Eric Wahl. Saya tinggal di Seattle, Washington. Saya saudara laki-laki Grant Wahl. Saya gay," katanya dalam video yang diposting ke akun Instagram-nya sebelum menjadikan akun itu pribadi, mengutip New York Post.

"Saya adalah alasan dia mengenakan kaos pelangi ke Piala Dunia. Adikku sehat. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia menerima ancaman pembunuhan. Saya tidak percaya saudara laki-laki saya baru saja meninggal. Saya yakin dia dibunuh. Dan saya hanya memohon bantuan apa pun."

Eric mengatakan keluarga masih berusaha mencari tahu penyebab kematiannya. "Dia pingsan di stadion, diberi CPR, dibawa Uber ke rumah sakit dan meninggal menurut Celine. Kami baru saja berbicara dengan departemen luar negeri dan Celine telah berbicara dengan Ron Klain dan Gedung Putih," tambahnya.

Sementara istri Wahl, Celine Gounder, seorang ahli epidemiologi terkenal dan pakar penyakit menular, menyebut dirinya sangat terkejut dengan kematian mendadak suaminya. "Saya sangat terkejut," cuitnya.

Berita kematian Wahl memicu luapan emosi dari dunia sepak bola, tanda perannya dalam mempromosikan olahraga, baik amatir maupun profesional, di Amerika Serikat.

"Penggemar sepak bola dan jurnalisme dengan kualitas terbaik tahu bahwa kami dapat mengandalkan Grant untuk menyampaikan cerita yang berwawasan dan menghibur tentang permainan kami, dan protagonis utamanya: tim, pemain, pelatih, dan banyak kepribadian yang membuat sepak bola tidak seperti olahraga apa pun," kata US Soccer.

Wahl pada tahun 1996 bergabung Sports Illustrated, pada saat publikasi olahraga AS perdana, untuk melaporkan sepak bola. Dia tetap di majalah itu hingga 2020, bergabung dengan CBS Sports setahun kemudian.

Wahl membantu membangun popularitas sepak bola di Amerika Serikat melalui dua media tersebut. Dia juga telah meluncurkan platform buletin email berlangganan, dan mempostingnya selama Piala Dunia berlangsung.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Orang Indonesia Ini Punya Peran Penting di Piala Dunia 2022


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading