PHE Mau IPO, Duitnya Buat Akuisisi Blok Gas Raksasa Masela?

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
07 December 2022 20:58
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, berencana melantai ke bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan.

Perusahaan akan menawarkan 10%-15% sahamnya kepada publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun rencana IPO ditujukan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dalam rangka pengembangan blok-blok minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun luar negeri.

Pasalnya, PHE akan mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/ Capex) sebesar US$ 4 miliar - US$ 6 miliar atau sekitar Rp 60 triliun - Rp 90 triliun per tahun.

Lantas, apakah dana hasil IPO PHE ini juga ditujukan untuk mengambil alih 35% hak partisipasi (Participating Interest/ PI) Shell di Blok Masela? Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) dikabarkan tertarik untuk mengambil alih saham Shell di blok gas raksasa di Maluku ini.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 1 Pahala Nugraha Mansury belum dapat memastikan perihal tersebut.

Pasalnya, Pertamina baru melakukan proses uji tuntas atau due diligence terkait rencananya masuk ke blok gas jumbo tersebut.

"Kita belum tahu itu, kan kami sampaikan pengkajian untuk Masela masih dilakukan, masih tergantung pada due diligence dan juga masih tergantung pada hasil due diligence," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (7/12/2022).

Lebih lanjut, Pahala menyebut bahwa dari pihak Shell sendiri sebenarnya telah memberikan tenggat waktu kepada Pertamina untuk dapat segera merampungkan proses due diligence. Ia pun berharap proses due diligence dapat rampung pada kuartal pertama tahun depan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya membeberkan bahwa BUMN migas asal Malaysia yakni Petronas tidak dapat masuk ke pengelolaan Blok Masela begitu saja. Pasalnya, proses diskusi masuknya Pertamina ke Blok Masela hingga kini masih berlangsung.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, proses pencarian investor pengganti Shell untuk menjadi mitra Inpex Corporation di Blok Masela masih berlangsung. Paling tidak, jika Petronas ingin masuk ke dalam pengelolaan, maka Pertamina harus menyelesaikan proses akuisisi hak partisipasi Shell di Blok Masela sebesar 35% terlebih dahulu.

"Belum bisa (masuk), ini selesaikan dulu. Tahap pertama adalah Inpex dengan Pertamina. Itu dulu harus selesai dulu, gak boleh perusahaan lain masuk karena kalau proses ini sudah selesai, baru perusahaan lain baru bisa dibicarakan," ungkap Tutuka ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (5/12/2022).

Menurut dia, setelah Pertamina merampungkan proses akuisisi, maka perusahaan migas pelat merah tersebut dapat leluasa menggandeng investor lain. Termasuk Petronas yang saat ini menyatakan minat untuk masuk ke blok jumbo tersebut.

"Kalau Pertamina mau divestasi itu pokoknya urusan nanti, sekarang harus ambil 35% itu tawaran Pertamina oke gak Shell-nya itu, itu masalah ya intinya adalah harga, value-nya," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Hulu Siapkan Rp 64 Triliun untuk Modal 2023


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading