Internasional

Rusia-China Kirim Bomber Nuklir Dekat Jepang, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
02 December 2022 14:30
Sebuah pesawat militer Tupolev Tu-160 dan Tu-22M3 terbang di atas Kremlin dan Lapangan Merah di pusat kota Moskow untuk memperingati 75 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, 9 Mei 2020. (ALEXANDER NEMENOV/AFP via Getty Images) Foto: Sebuah pesawat militer Tupolev Tu-160 dan Tu-22M3 terbang di atas Kremlin dan Lapangan Merah di pusat kota Moskow untuk memperingati 75 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, 9 Mei 2020. (Dok. File - Getty Images/ALEXANDER NEMENOV)

Jakarta, CNBC IndonesiaChina dan Rusia mengirimkan bomber nuklir keduanya untuk melakukan patroli bersama. Hal itu terjadi di wilayah Timur dekat Jepang, pekan ini.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pembom Tu-95 angkatan udara Kremlin dan pembom H-6K China terbang di atas Laut Jepang dan Laut China Timur. Mereka melakukan misi selama delapan jam.

Meski demikian, Moskow mengatakan itu hanya bentuk patroli bersama. Tidak diarahkan ke negara lain mana pun.

"Sebagai bagian dari latihan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Associated Press (AP), dikutip Jumat (2/11/2022).

"Pembom Rusia untuk pertama kalinya mendarat di China dan pembom China terbang ke pangkalan udara di Rusia," tambahnya.

Tu-95 sendiri merupakan pesawat bomber strategis Rusia yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir. Pesawat ini sering disejajarkan dengan bomber legendaris Amerika Serikat (AS), B-52 Stratofortress.

H-6K juga pesawat tempur yang dikategorikan sebagai bomber. Dalam informasi yang diberikan situs Military Today, sama sepetti Tu-95, H-6K ini dapat membawa rudal jelajah CJ-10A dengan hulu ledak nuklir.

Sementara itu, kegiatan tersebut diadakan saat keduanya menghadapi hubungan yang panas dengan AS. Dengan Rusia, Washington panas terkait langkah Moskow menyerang Ukraina sedangkan China, ketegangan kedua negara terjadi terkait Taiwan.

Pada bulan September, Beijing mengirim lebih dari 2.000 tentara yang diiringi dengan lebih dari 300 kendaraan militer, 21 pesawat tempur, dan tiga kapal perang untuk ikut serta dalam latihan bersama dengan Rusia. Manuver tersebut menandai pertama kalinya China mengirim pasukan dari tiga cabang militernya untuk mengambil bagian dalam satu latihan Rusia.

Laporan AP menggambarkan pengiriman itu sebagai pertunjukan 'luas dan dalamnya' kerja sama militer China-Rusia. Ini juga menunjukan saling percayanya kedua negara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Rusia vs AS! PD 3 Diramal Terjadi Antara Rusia vs China


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading