Titah Jokowi ke Bos BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
01 December 2022 15:07
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat Tahun 2022 Secara Hybrid, Istana Negara, 1 Des 2022 (Tangkapan Layar via Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Jokowi ketika menghadiri acara penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (1/12/2022). (Tangkapan Layar via Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan mandat ke Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto untuk tegas memberantas mafia tanah. Terlebih persoalan ini masih sangat sulit ditangani.



Hal tersebut diungkapkan Jokowi ketika menghadiri acara penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (1/12/2022).

"Belum yang namanya mafia tanah lebih ruwet lagi, tapi pak menteri yang sekarang, bekas panglima TNI, datangi beliau, datangi beliau, sudah, mafianya nyingkir semuanya. Sudah," katanya.

"Saya sudah sampaikan ke pak menteri, sudah pak, jangan beri ampun yang namanya mafia tanah. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu rakyat kalau sudah menyangkut tanah itu mengerikan pak. Bisa berantem, saling bunuh," lanjutnya. 

Jokowi meminta sengketa tanah kalau bisa segera diselesaikan dengan memberikan sertifikat kepada masyarakat, sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah kepada rakyat.

Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung permasalahan tanah dengan suku anak dalam, yang selama 35 tahun akhirnya bisa diselesaikan.

"Alhamdulillah sekarang suku anak dalam 744 bidang sudah diselesaikan semua nya dan 1 keluarga dapat 1 hektare. Sudah rampung dulu, sudah. Ini sudah 35 tahun nggak selesai, bisa diselesaikan," katanya.

Untuk diketahui dalam acara itu, Jokowi membagikan 1.552.000 sertifikat tanah kepada 34 provinsi baik diterima langsung di istana maupun di provinsi masing-masing. Namun masih ada 26 juta bidang tanah yang dikejar yang harus disertifikasi dalam waktu 2-3 tahun ke depan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Bertanya: Apa Benar Kita Kurang Bebas Berbicara?


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading